Beranda PERISTIWA Balon Udara Gubernur Asahan, Pertanda Pemekaran Sumatera Timur?

Balon Udara Gubernur Asahan, Pertanda Pemekaran Sumatera Timur?

BERBAGI

akses.co – Beredarnya foto balon udara bertuliskan Gubernur Asahan dengan foto Tengku Erry Nuradi (Gubernur Sumut) mendapat berbagai tanggapan dari netizen. Sampai-sampai ada yang menyebutnya sebagai pertanda pemekaran Sumatera Timur akan terwujud.

Postingan OK Azhari soal balon udara Gubernur Asahan ini cukup membuat gelak tawa. Pasalnya, Asahan bukalah nama provinsi, melainkan nama kabupaten di Sumatera Utara. Beragam komentar memenuhi postingan OK Azhari itu. Mayoritas bingung dan tertawa. “Lho kok? Heee..heee,” tulis pemilik akun Tetycherlina Tety.
Sementara akun Lilik Misnaryadi, terkesan terkejut dengan balon udara Gubernur Asahan itu. “Makjank…. Asahan dah jadi provinsi,” katanya.

Sementara pemilik akun Iyes Hakim, menyebut balon udara itu adalah produk salah cetak. “Mabok yg nyetak balon itu,” ujarnya sembari meletakkan emoticon tertawa.
Pemilik akun Sifa Erde, menanggapi postingan ini sedikit serius. “Itu menunjukkan indikasi Tengku Erri Nuradi ke depannya gak jadi Gubernur Sumut,” ujarnya.
Hal senada juga dinyatakan pemilik akun Evie Hasty Dalimunthe. “Salah cetak kali bang… Panitia kurang teliti waktu pesan balon… Atau Asahan terlalu semangat mau memekarkan diri menjadi provinsi Hehehe,” tulisnya.

Sedangkan akun M Said Siregar menyebutkan bahwa Sumatera Pantai Timur sudah mekar menjadi provinsi baru. “Sudah Mekar Pantai Timur,” katanya, merujuk pada rencana pembentukan provinsi baru itu. Asahan memang diwacanakan menjadi ibukota provinsi itu bilamana terbentuk nantinya.

Seperti diketahui, pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Sumatera Pantai Timur sudah mendapat rekomendadi DPRD Sumut pada Senin (24/9/2014). Saat itu rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Sumut Chaidir Ritonga didampingi wakil ketua dewan lainnya Muhammad Afan, Sigit Pramono Asri dan Kamaluddin Harahap, dihadiri Sekdaprovsu Nurdin Lubis, Asisten Setdaprovsu Hasiholan Silaen. Hanya saja sampai ini pemekaran itu masih terkendala moratorium pembentukan DOB yang diberlakukan pemerintah pusat. (rur)

Comments

Komentar