ADVERTORIALFEATUREDNEWSPOLITIKSUMUT

Pengamat Politik UMA: ADK Gagal Pimpin Golkar Sumut, Ini Indikatornya

Plt. Ketua Golkar Sumut, Ahmad Doli Kurnia Tanjung
Plt. Ketua Golkar Sumut, Ahmad Doli Kurnia Tanjung

MEDAN, akses.co – Plt. Ketua Golkar Sumut, Ahmad Doli Kurnia (ADK), dinilai menjadi pemimpin terburuk dalam sejarah kepemimpinan Golkar di Sumut. Ada sejumlah indikator mengapa ADK dinilai gagal membawa Golkar Sumut kearah yang lebih baik.

Pengamat politik dari Universitas Medan Area (UMA), Ara Auza, S.Sos, M.Ikom, Senin (24/2), mengatakan bahwa, dalam beberapa catatan perjalanan Golkar di masa kepemimpinan ADK, prestasi Golkar di Sumut terlihat sangat menurun drastis dan dengan hasil itu, kepengurusan Golkar di Sumut kecenderungannya seperti dikelola dengan secara ugal-ugalan.

“Pemilu 2014, Golkar itu partai pemenang dan memperoleh kursi Ketua di DPRD Sumut dengan perolehan 17 kursi. Sekarang Golkar di Sumut hanya tinggal 17 kursi dan berada diperingkat ke tiga”, tegasnya.

Menurutnya, Dapil Serdang Bedagai – Tebing Tinggi yang biasanya tidak pernah absen menyumbang kursi untuk tingkat provinsi, malah pada Pemilu 2014 lalu Golkar tidak memperoleh kursi dari Dapil tersebut. Padahal Serdang Bedagai dan Tebing Tinggi itu salah satu basis terbesar Golkar.

“Ini adalah bukti bahwa ada konsolidasi yang tidak beres di internal Golkar, sehingga Golkar di Sumut mengalami penurunan yang dramatis,” katanya.

Lanjutnya, selain itu Ara juga menyikapi soal tindakan pemecatan Sekretaris Golkar Sumut, Riza Fakhrumi Tahir, yang terkesan mendadak dan ada hal yang ditutup-tutupi dibalik itu. Sambungnya, terlebih terkait pemecatan itu, Riza berkomentar soal adanya aliran dana miliaran rupiah dari pemerintah dan bantuan DPP ke Golkar Kab/kota yang dinilai tidak transparan soal pendistribusiannya.

“Jika apa yang disampaikan Riza Fakhrumi Tahir itu benar, maka wajar Golkar di Sumut semakin terpuruk. Bagaimana konsolidasi ke daerah bisa berjalan jika aliran logistik tidak transparan, kan logikanya begitu,” kata Ara.

Menurutnya, jika Golkar di Sumut ingin kembalikan puncak kejayaan Golkar, maka baiknya DPP Golkar perlu melakukan evaluasi pada kepemimpinan ADK dan struktur dibawah nya. “Jika terus dipertahankan, maka saya memprediksi bahwa Golkar Sumut akan terjun bebas ke peringkat paling bawah,” tegasnya. (ggs)