AKSESNESIA

Pemko Imbau Daging Kurban Tak Dibungkus Plastik Hitam

akses.co – Pemerintah Kota Medan mengimbau agar seluruh pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) atau panitia Idul Adha 2017 tidak menggunakan kantong plastik hitam saat membungkus potongan daging kurban.

“Imbauan ini untuk mengingatkan kembali saja. Kami mengimbau agar tidak menggunakan kantong kresek hitam untuk membungkus potongan daging kurban,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Ikhsar Risyad Marbun, saat diminta tanggapannya, Kamis (17/8/2017).

Diketahui, kantong kresek hitam merupakan hasil dari proses daur ulang dan mengandung zat karsinogen yang berbahaya bagi kesehatan. Direkomendasikan agar pengurus masjid memilih kantong kresek putih untuk membungkus potongan daging kurban, karena dinilai lebih aman dibanding kresek berwarna.

Sebelumnya, imbauan tidak memakai tas kresek hitam, utamanya untuk mewadahi makanan siap santap, sudah digaungkan pemerintah sejak tahun-tahun silam. Pada 2009, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis peringatan publik tentang kantong plastik kresek hitam.

Berikut bunyinya:
Menindaklanjuti hasil pengawasan terhadap kantong plastik kresek, Badan POM RI perlu mengeluarkan peringatan kepada publik sebagai berikut:

1. Kantong plastik kresek berwarna terutama hitam kebanyakan merupakan produk daur ulang yang sering digunakan untuk mewadahi makanan.

2. Dalam proses daur ulang tersebut riwayat penggunaan sebelumnya tidak diketahui, apakah bekas wadah pestisida,limbah rumah sakit, kotoran hewan atau manusia, limbah logam berat, dll. Dalam proses tersebut juga ditambahkan berbagai bahan kimia yang menambah dampak bahayanya bagi kesehatan.

3. Jangan menggunakan kantong plastik kresek daur ulang tersebut untuk mewadahi langsung makanan siap santap. (rur/kum)

close

Halo 👋
Yuk berlangganan.

Daftar sekarang untuk menerima update berita akses.co secara eksklusif via email setiap hari.

*Email anda akan dijaga kerahasiaannya.

Baca juga Yuk!
Back to top button

Adblock Terdeteksi

Halo pengunjung setia akses.co, Kamu terdeteksi menggunakan Pemblokir iklan pada akses.co, Mohon dimatikan terlebih dahulu untuk mendukung akses.co agar selalu konsisten menyajikan berita terbaru dan teraktual hanya untuk anda. Terima Kasih.