AKSESNESIA

Pelindo 1 Banda Aceh Tekan Biaya Logistik

akses.co – Pelayanan petikemas yang dilakukan oleh PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 Cabang Malahayati, Banda Aceh sejak Agustus 2016 merupakan bukti komitmen untuk menurunkan biaya logistik nasional.

Hal itu dilakukan Pelindo 1 Malahayati, Banda Aceh dikarenakan mulai Januari 2017 Pelindo 1 Cabang Malahayati sudah ditetapkan sebagai terminal petikemas oleh Kementerian Perhubungan.

Untuk mendukung hal tersebut, Pelindo 1 Cabang Malahayati telah menyiapkan segala fasilitas dan peralatan untuk memaksimalkan kegiatan bongkar muat di terminal petikemas tersebut.

Pelabuhan Malahayati memiliki dermaga dengan panjang 384 meter dan dapat menampung tiga kapal ukuran 100 meter dengan muatan 300 TEUS petikemas sekaligus. Fasilitas-fasilitas ini juga didukung dengan peralatan bongkar muat petikemas seperti: satu unit Harbour Mobile Crane (HMC), tiga unit forklift, reach staker, dan enam unit truk pengangkut petikemas dan lainnya.

“Pelabuhan Malahayati sudah didukung dengan kedalaman alur 9,5 meter dengan dermaga yang mendukung, adanya pelayaran yang terjadwal, ketersediaan alat bongkar muat, lapangan penumpukan petikemas dan transportasi jalan yang mendukung. Dengan semua hal tersebut mampu mendukung untuk masuknya kapal-kapal kontainer ke Pelabuhan Malahayati,” jelas General Manager Pelindo 1 Cabang Malahayati di Banda Aceh, Rudi Susanto melalui rilis berita yang diterima akses.co, Rabu (13/09/2017).

Rudi Santoso menambahkan seluruh persiapan itu dilakukan demi mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan biaya logistik nasional.

Sebagai gambaran, biaya logistik untuk angkutan darat menggunakan truk dari Jakarta ke Aceh via Merak Bakauheni Rp 17,5 juta dengan membutuhkan waktu tempuh 4-5 hari. Sementara untuk pelayaran dari Jakarta ke Belawan dan selanjutnya dari Belawan ke Banda Aceh melalui jalur darat dengan menggunakan truk memerlukan waktu 4-5 hari dengan biaya angkut diperkirakan Rp 13,5 juta. Sedangkan pelayaran dari Jakarta langsung menuju Pelabuhan Malahayati menghabiskan biaya sekitar Rp 7,5 juta dengan waktu perjalanan selama 4 hari.

Dengan pengiriman barang dari Jakarta menuju Aceh melalui transportasi laut dapat menekan biaya operasional. Selain efisiensi biaya transportasi, efisiensi bahan bakar juga dapat tercapai.

“Diharapkan efisiensi ini dapat mengundang investor-investor baru ke Aceh,” ungkapnya.

Lebih lanjut Rudi Santoso menambahkan hal ini juga membuktikan komitmen Pelindo 1 untuk turut dalam mensukseskan program tol laut yang dicanangkan pemerintah, yang menggagas jaringan maritim nasional.

Plh ACS Humas Pelindo 1, Ade Maydwianda mengungkapkan pelabuhan Malahayati merupakan bagian dari rangkaian program tol laut, dimana 24 pelabuhan telah ditetapkan untuk melaksanakan program tol laut yang menjadi program andalan pemerintah.

“Dengan dilayaninya kapal petikemas di Malahayati berarti sudah mulai ada tol laut di Aceh. Keberadaan tol laut bisa membuat ongkos distribusi logistik menjadi lebih murah. Itu artinya, pengiriman barang ke Aceh akan lebih murah dan efisien. Sehingga dengan masuknya kapal-kapal kontainer bisa meningkatkan daya saing harga barang nasional, terutama di wilayah Aceh,” ungkap Ade. (din)

close

Halo 👋
Yuk berlangganan.

Daftar sekarang untuk menerima update berita akses.co secara eksklusif via email setiap hari.

*Email anda akan dijaga kerahasiaannya.

Baca juga Yuk!
Back to top button

Adblock Terdeteksi

Halo pengunjung setia akses.co, Kamu terdeteksi menggunakan Pemblokir iklan pada akses.co, Mohon dimatikan terlebih dahulu untuk mendukung akses.co agar selalu konsisten menyajikan berita terbaru dan teraktual hanya untuk anda. Terima Kasih.