AKSESNESIA

Pelanggan Keluhkan Tarif Jargas Mahal, Ini Penjelasan PGN

MEDAN, akses.co – Sejumlah pelanggan rumah tangga di Kota Medan mengeluhkan mahalnya tarif Jaringan Gas (Jargas) bumi untuk rumah tanggga. Soalnya, tagihannya mencapai ratusan ribu dan bahkan jutaan rupiah.

Warga Medan Denai, Ali (45) misalnya. Ali mengeluhkan tarif Jargas yang harus dibayarnya untuk periode pemakaian Februari hingga Agustus.

“Tagihannya mencapai 600 ribuan rupiah,” paparnya beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal itu, Sales Area Head PGN Medan, Saeful Hadi menjelaskan tarif Jargas terkesan mahal karena pembayarannya secara akumulatif dari Februari hingga Juli.

“Sejak Februari sudah bisa dipakai, tapi rekeningnya kita terbitkan di Juli dan baru bisa dibayar di Agustus. Jadi, pembayarannya secara akumulatif dari Februari hingga Juli. Makanya, terkesan mahal,” paparnya di Kantor PT Gas Negara area Medan, Jalan Imam Bonjol, Jumat (6/9/2019).

Untuk meringankan pelanggan dalam membayar rekening Jargas tersebut, Saeful mengungkapkan bahwa pihaknya menyediakan cicilan. Jadi, pelanggan bisa menyicil pembayarannya.

Saeful menambahkan pelanggan yang memiliki tagihan di atas Rp 51.000 diperbolehkan membayarnya dengan cara menyicil.

“Contoh, tagihannya seratus ribu. Jadi itu cicilannya dibagi 3 kali. Berarti, sebulan sekitar 33 ribu ditambah pemakaian bulan berjalan,” jelasnya.

Saeful menambahkan tarif harga Jargas yang telah ditetapkan sebesar Rp 4250 per meter kubik (m3). Pelanggan bisa menaksir sendiri berapa jumlah biaya yang akan dibayarkannya, dengan mengkalikan tarif Jargas dengan berapa m3 yang telah dipakai. Jumlah pemakaian Jargas bisa dilihat dari meteran Jargas masing-masing.

Namun demikian, untuk memastikan tarif pembayaran, PGN akan mengirimkan SMS tagihan ke Ponsel pelanggan. Pelanggan bisa membayar tagiannya melalui ATM sejumlah bank, minimarket dan loket pembayaran lain yang telah bekerjasama dengan PGN.

Ini Cara Aman Pemakaian Jargas

Di sisi lain Saeful mengungkapkan pelanggan harus mengetahui keamanan penggunaan Jargas. Seperti ketika menicium bau gas. Pelanggan harus mematikan keran yang terdapat di meteran dan keran yang tersambung di kompor. Setelah itu, bukalah pintu dan jendela di rumah, agar gasnya keluar.

“Kalau mencium bau gas, jangan menyalakan api dan listrik, karena bisa menyambar ke gas. Lalu, tutup keran meteran dan keran dekat kompor. Kemudian, buka pintu dan jendela agar gasnya keluar. Kemudian, segera hubungi call center 1500645,” pungkasnya.

Diketahui, PGN telah membangun jaringan ditribusi gas bumi di Kota Medan dan Deli Serdang. Saat ini, sebanyak 4101 jaringan sudah terpasang. (din)

close

Halo 👋
Yuk berlangganan.

Daftar sekarang untuk menerima update berita akses.co secara eksklusif via email setiap hari.

*Email anda akan dijaga kerahasiaannya.

Baca juga Yuk!
Back to top button

Adblock Terdeteksi

Halo pengunjung setia akses.co, Kamu terdeteksi menggunakan Pemblokir iklan pada akses.co, Mohon dimatikan terlebih dahulu untuk mendukung akses.co agar selalu konsisten menyajikan berita terbaru dan teraktual hanya untuk anda. Terima Kasih.