LANGKAT

PC PMII Lakukan Aksi Damai Di Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat

LANGKAT, akses.co – PC PMII Lakukan Aksi damai ke Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat 28/1. Aksi damai yg pimpin langsung oleh Ketua Umum PC PMII Binjai-Langkat Khairul Ramadhan tersebut berjalan dengan tertib.

Dalam aksi tersebut Khairul Ramadhan mengatakan Manajemen yang baik adalah sebuah keberhasilan baik dari segi perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan, namun hal itu tidak terlihat pada kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat dimulai dari Silpa yang begitu banyak dan ditetapkannya oknum ASN dilingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Stabat.

Lebih lanjut Khairul mengatakan setidaknya ada 3 catatan penting tentang kebobrokan manajemen di Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat.

1. Bobroknya managemen Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat, terjadi Silpa yg begitu besar yakni pada anggaran belanja obat-obatan yang dianggarkan pada tahun 2019 sebesar Rp 22.134.339.858 namun hanya terealisasi Rp 14.629..171.241. dan terjadi Silpa sebesar Rp 7.505.228.617, Dana Dak BOK tahun 2019 pada Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat sebesar 30.536.000.000 namun hanya terealisasi Rp 25.491.000.000 terjadi Silpa sebesar Rp 5.045.000.000

2. Mengecam bobroknya pengawasan di Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat, atas dugaan kasus korupsi BOK Tahun Ajaran 2017 – 2019 dengan ditetapkannya Kepala Puskesmas Desa Teluk Kecamatan Secanggang sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Stabat.

3. PC PMII menilai ketidak seriusan Bupati Langkat dalam pademic COVID – 19 karena status PLT pada Kepala Dinas tidak didefinitifkan, Khairul mengatakan dalam orasinya PC PMII Binjai-Langkat meminta Bupati Langkat segera mendefinitifkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat.

Melihat hal itu sekretaris Jendral Fokusmaker Kabupaten Langkat Ahmad Fauzi PA, S.Pd angkat bicara 29/1, Fauzi mengaku sedang menyelidiki kebobrokan Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat.

Ia juga mengatakan bahwa dirinya akan mengawal serta mengkroscek langsung dugaan Korupsi pada Dinas tersebut, “ia bang saya akan mengawal kasus ini, saya akan coba mengecek siapa sebenarnya otak atau dalang pelaku korupsi sehingga salah satu oknum ASN didinas tersebut menjadi tersangka, lebih lanjut mengatakan jika Kapus Desa Teluk menjadi tersangka pada kasus dana BOK dirinya berkeyakinan ada pihak-pihak lain yang ikut bermain dan melakukan korupsi.

Saya mau semua orang yang terlibat dalam tindak korupsi dihukum, ujar Fauzi sembari menutup telponnya.(MY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Terdeteksi

Mohon maaf Adblock terseksi di Browser ini, mohon dukung akses.co untuk tetap konsisten memberikan berita terupdate dengan mengizinkan iklan untuk selalu tampil, terima kasih.