Pasar Marelan Tidak Beroperasi, PD Pasar Buang Badan

Ilustrasi Pasar Marelan.
Ilustrasi Pasar Marelan.

akses.co – Operasional gedung baru Pasar Marelan tidak juga terealisasi. Imbasnya, sampai saat ini pedagang belum juga menempati kios yang baru selesai dibangun tersebut.

Parahnya lagi, pihak PD Pasar Kota Medan terkesan buang badan. “Tanya saja sama Pemko Medan. Kami tidak bisa sembarangan lagi beri informasi,” ungkap Kepala Cabang III PD Pasar, Ismail Pardede, Senin (19/2/2018).

Ismail juga enggan menyebutkan perkembangan hasil pembahasan yang dilakukan bersama pihak Badan Pengawas Perusahaan Daerah yang dilakukan hari ini. Padahal salah satu agenda rapat adalah membahas persoalan pengoperasian Pasar Marelan. Dirinya beralasan rapat belum selesai. “Ini belum selesai. Masih istirahat karena jam makan siang. Kan mesti dirapatkan semua dan nantinya gabungan,” ujarnya.

Bahkan saat disinggung apa kendala peresmian dan operasional Pasar Marelan, dirinya dengan mudah menjawab cuma sebatas permasalahan administrasi. Tapi saat ditanyakan lebih lanjut ihwal permasalahan administrasi yang mana, dirinya tidak bisa menjelaskan secara detail. “Apalah ya mau saya bilang. Segala sesuatu administrasi sajanya ini. Karena sudah ada statemen, semua informasi harus dari Pemko, tidak bisa dari kami saja,” katanya.

Ketua Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Marelan (P3TM), Ali S sebelumnya mengungkapkan saat ini memang tengah difokuskan agar operasional pasar segera terlaksana. Selain kios di lantai dua yang belum semua terbangun, sarana seperti air, akses jalan dan listrik juga belum siap.

“Untuk meja atau lapak di bawah sudah siap semua. Kita sediakan 801 lapak. Soal harga (lapak/kios) disesuaikan dengan tipe yang dibangun. Untuk meja sayur, ikan dan daging variasilah harganya. Ada yang Rp10 juta, Rp12 juta sampai Rp13 juta. Begitu juga kios yang di lantai dua, harganya bervariasi. Bisa dicek dan lihat sendiri kondisinya di sana,” ungkapnya.

Selain swadaya pedagang, dana pribadi P3TM juga ada untuk membangun lapak dan kios. Bahkan pihaknya mengklaim, sudah menalangi 250 pedagang dengan mencarikan modal ke bank. “Sampai hutang ke panglong dulu, seperti keramik, semen dan lainnya. Kami juga pinjaman uang ke bank, agar pembangunan lapak pedagang cepat terealisasi,” katanya. (eza)

Artikel Terkait