CORONA

Optimalisasi Peran Orang Tua Dalam Mendampingi Siswa Belajar Dari Rumah

MEDAN, akses.co – Apa yang dihadapi keluarga selama proses pembelajaran jarak jauh menjadi momentum adaptasi pengelola sekolah dengan orang tua murid, seperti menunggu mood belajar anak, sulitnya berbagi waktu dan fasilitas komunikasi serta beban memvidiokan pembelajaran anak menjadi laporan kepada guru kelasnya, menjadi persoalan tersendiri bagi keluarga.

Hal ini terungkap didalam acara Webinar Optimalisasi Peran Orang Tua Dalam Mendampingi Siswa Belajar Dari Rumah yang diselenggarakan Tanoto Foundation Sumut dengan wilayah mitra program Pintar Bersama Pemerintah Darah Kab. Karo, pada Jumat, 19/6 melalui jaringan aplikasi online zoom dan siaran langsung youtube.

Acara yang diikuti oleh 468 orang peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru dan orang tua siswa menghadirkan pembicara utama Prof. Dr. Sri Minda Murni, M.S Koordinator Mitra LPTK, Dr. Drs. Eddi Surianta Surbakti, M. Pd Kepala Dinas Pendidikan Kab.Karo, serta juga menghadirkan Rosmiati Br Tarigan,S.Pd, M.Pd Kepala Sekolah SDN 040451 Kabanjahe dan perwakilan orang tua wali murid Mika Aprina Br. Girsang untuk berbagi pengalaman.

“Optimalisasi peran keluarga dan sinergi dengan guru dan kepala sekolah sangat dibutuhkan dimana tata ulang sekolah kurikulum adaptif dengan literasi, numerasi, dan karakter, dengan memanfaatkan lembar kerja produktif, imajinatif, serta terbuka, harus juga dibarengi dengan tata ulang sinergi keluarga, dengan memanfaatkan potensi kurikulum keluarga dimana orang tua menginisiasi membentuk karakter anak bekerjasama secara sederhana sesama anggota keluarga tanpa disuruh. Orang tua juga dapat meningkatkan literasi anak dengan mengenal huruf, memanfaatkan informasi dari anggota keluarga lainnya dan orang tua dapat memberikan literasi data sederhana dari berbagai sumber yang tersedia, disamping itu orang tua juga dapat meningkatkan Numerasi anak dengan mengenal angka, bijak memanfaatkan uang saku, serta orang tua mengenalkan rencana masa depan anak”, ungkap prof. Sri Minda Murni.

Menanggapi situasi saat ini Pemerintah Daerah kab. Karo mengeluarkan surat edaran Dukungan Tripusat Pendidikan dimana Kepala Sekolah diminta untuk bekerjasama dengan Pemerintahan Desa untuk mendistribusikan bahan ajar atau tugas kepada siswa, hal ini disampaikan Eddi Surianta Surbakti, Kepala Dinas Pendidikan Kab.Karo disela acara Webinar.

“Dana Bantuan Operasional Sekolah dapat digunakan untuk pengadaan barang sesuai kebutuhan sekolah. Termasuk untuk membiayai keperluan dalam pencegahan pandemi Covid-19, serta untuk membiayai pembelajaran daring atau jarak jauh, hasil pemetaan menunjukkan 59% guru dan siswa menggunakan aplikasi Whatsapp dan 17% melakukan kunjungan langsung kepada siswa, berdasarkan hal ini maka kami meminta guru untuk mensosialisasikan dan memandu siswa menggunakan situs belajar dan siarkan TVRI, membentuk WA grup dengan orang tua yang dijadikan sarana komunikasi untuk memandu siswa belajar, dinas pendidikan juga melaksanakan pembinan guru melalui Live Streming via FB untuk membuat bahan ajar modul sederhana dan vidio pembelajaran khususnya untuk menyampikan materi pelajaran yang sangat penting dikuasai siswa, selanjutnya memposting Video Pembelajaran untuk dapat diakses siswa dan guru lain untuk pembelajaran”, jalas Eddi.

Sementara itu Kepala Sekolah SDN 040451 Kabanjahe, Rosmiati Br Tarigan mengungkapkan pengalaman dirinya yang sangat panik menghadapi situasi ini. “saya menyampaikan kepada guru-guru melalui WA Group misalnya arisan, anggota Gereja/Perpulungen Jabu-jabu, Perwiritan agar memberikan motivasi kepada orangtua dan masyarakat, dimana dari 283 orang siswa disekolah saya, hanya 163 orang yang memiliki sarana komunikasi pembelajaran online, dan 21 orang lainnya bisa bergabung dengan temen lainnya, malah ada 6 orang siswa kita yang meminjam hp tetangga untuk dapat mengikuti pembelajaran dari rumah, saya tetap melakukan supervisi pembelajaran dengan bergabung disetiap group WA kelas”, ungkapnya.

“Guru memandu pembelajaran di rumah melalui rekaman suara, video call dan video pembelajaran, memberikan tugas selanjutnya peserta didik mengirimkannya ke WA pribadi guru, siswa yang tidak memiliki hp android berkunikasi lewat pesan sms dan penyerahan tugas dilakukan dengan datang ke sekolah pada saat wali kelasnya piket untuk menghindari kerumunan, kendalanya seperti tugas dikirim sore hingga malam hari karena HP di bawa orangtua siswa untuk bekerja, serta kehabisan paket data internet, namun juga terlihat dampak baiknya yakni orang tua siswa lebih aktif membimbing putra-putrinya di rumah, komunikasi antara guru dan orangtua siswa terlihat semakin akrab” jelas Rosmiati.

Sementara itu orang tua wali murid Mika Aprina Br. Girsang mengungkapkan pengalamannya bahwa ia pada awalnya merasa canggung bagaimana caranya agar anaknya tetap mau belajar di rumah. “Setelah mendapatkan penjelasan dari guru dan kepala sekolah saya mulai meluangkan waktu mendampingi anak saya belajar dari rumah, saya tidak ingin anak hanya bermain tampa belajar dan dia akan tertinggal pembelajarannya dibandingkan temen-temennya yang lain, apalagi selama wabah ini yang belum tentu kapan berakhir, saya sangat kawatir akan masa depannya, mau tidak mau saya yang harus bergiat mendampinginya dengan menghubungi guru-gurunya saya meminta bahan pelajaran anak saya, dengan menjadikan lingkungan rumah sebagai media pembelajaran, anak saya jadi bisa memahami materi pembelajaran karena saya minta melakukan percobaan yang sebelumnya sudah saya ketahu dari guru-gurunya”, tutupnya. Red/ akses.co

Lihat selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Terdeteksi

Mohon maaf Adblock terseksi di Browser ini, mohon dukung akses.co untuk tetap konsisten memberikan berita terupdate dengan mengizinkan iklan untuk selalu tampil, terima kasih.