Beranda OLAHRAGA Turnamen Old Crack DSIS Sajikan Sepakbola Baru 7-A -Side

Turnamen Old Crack DSIS Sajikan Sepakbola Baru 7-A -Side

BERBAGI
SIAP: (dari kiri ke kanan) CEO Kwarta FC, M Arief Fadillah, Ketua Panitia Hendi Goh dan Kadisporabudpar Deliserdang, Faisal Arif Nasution memegang bola simbolisasi tanda kesiapan menggelar Deliserdang International Soccer 2017. (akses.co/sam)
SIAP: (dari kiri ke kanan) CEO Kwarta FC, M Arief Fadillah, Ketua Panitia Hendi Goh dan Kadisporabudpar Deliserdang, Faisal Arif Nasution memegang bola simbolisasi tanda kesiapan menggelar Deliserdang International Soccer 2017. (akses.co/sam)

akses.co – Sebanyak 16 tim sepak bola dalam dan luar negeri dipastikan ambil bagian dalam Turnamen sepakbola Old Crack Deliserdang International Soccer (DSIS) 7s 2017 yang digelar PS Kwarta bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Deliserdang di Lapangan PTPN II, Tanjungmorawa 19-20 Agustus mendatang.

Even lanjutan itu tidak hanya diminati tim dalam negeri, turnamen sepak bola 7 lawan 7 atau sepakbola 7-A-Side itu juga diminati tim luar negeri sebut saja Libaran FC, Turino FC, Penang Sport Club dan PJ Rangers dari Malaysia dan TSK asal Myanmar.

Sementara dari Indonesia ada Bintang Timur, Pertamina, Konsesi Jakarta, Deli Putra Tamora FC, Pratama FC, dan Peradi FC. PS Kwarta (Kwarta FC) akan mewakili tuan rumah, Kabupaten Deliserdang.

Ketua panitia Hendi Goh mengatakan, turnamen tersebut akan mempertandingkan dua kategori. Yakni kategori veteran untuk usia 35 tahun ke atas. Sementara kategori master untuk pemain berusia 45 tahun ke atas. “Untuk veteran diikuti 10 tim. Sementara master akan diikuti enam tim. Nanti dibagi dalam sistem grup,” kata Hendi pada konfrensi pers di Cafe Kekede, Sabtu (5/8/2017).

Namun tidak seperti sepak bola pada umumnya, DSIS 7s 2017 mengusung sepakbola 7-A-Side, yakni satu tim akan diperkuat tujuh pemain termasuk kiper dengan durasi pertandingan 2×7 menit. “Jadi pertandingan sepakbola 7-A-Side ini akan sangat menarik karena setiap tim akan mengerahkan seluruh kemampuannya. Apa lagi jika kalah di babak grup, tim yang kalah akan dilaga lagi untuk trofi kedua, mirip Liga Champions, tim yang kalah di penyisihan akan ikut Liga Eropa,” ucapnya.

Hendi mengatakan, turnamen tersebut kembali para peserta banyak yang menginginkan ajang tersebut kembali digelar. Untuk itu ditegaskannya perhelatan tersebut akan dikemas lebih baik dan profesional. Namun tujuan utamanya digelar sebagai ajang silaturahmi antar pemain.

“Tujuannya memang sebagai ajang silaturahmi antar pemain. Agar pemain yang sudah tua ini tetap sehat dan ada melakukan aktifitas. Apalagi dari even sebelumnya, banyak peserta yang berharap even ini berlanjut lagi untuk tahun selanjutnya, termasuk kontestan-kontestan dari luar Indonesia seperti Malaysia dan Myanmar. Jadi ini akan jadi agenda tahunan,” ujarnya.

Sementara itu Chief Executive Officer (CEO) Kwarta FC, Muhammad Arief Fadillah mengatakan ajang tersebut digelar untuk silaturahmi antar mantan pemain. Karena itu sejumlah mantan pemain liga dari berbagai generasi akan turut serta. “Seperti Myanmar yang diperkuat eks pemain timnasnya. ada juga Libaran FC Malaysia diperkuat eks pemain Sabah. Jadi memang ajang ini kita buat untuk persahabatan dan silaturahmi antar mantan pemain yang mungkin sekarang ini sudah lama tidak bertemu di lapangan. Turnamen 7 lawan 7 (7-A-Side) ini juga kita yang pertama kali gelar tahun lalu di Indonesia. Kalau di Malaysia, Singapura sudah ramai digelar,” kata Arief.

Tim tuan rumah PS Kwarta sendiri sudah siap tempur ajang tersebut. Namun dalam ajang ini mereka minus beberapa pemain pilar mereka seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Rocky Putiray dan Gendut Doni. “Target kita tidak terlalu tinggi, yang penting kami sebagai tim tuan rumah yang baik saja. Tahun ini memang beberapa pemain seperti Kurniawan absen karena mereka berhalangan ada ambil kursus kepelatihan. Jadi kami akan tetap tampil sebaik mungkin,” ucap CEO PS Kwarta, Muhammad Arief Fadillah.

Menurut Arief, event itu selaras dengan program Pemkab Deliserdang dalam upaya memperkenalkan pariwisata Sumatera Utara khususnya Deliserdang.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Deliserdang, Faisal Arif Nasution sangat mendukung even tersebut. Dia melihat beberapa tim dari luar daerah Sumut maupun luar negeri ikut serta dalam ajang itu, sehingga menjadi kesempatan buat Pemkab Deliserdang untuk mendongkrak wisatawan berkunjung ke Deliserdang.

“Sebagian besar ajang ini diikuti tim dari luar negeri. Jadi kami siap mendukung kegiatan ini. Agar nantinya wisatawan lebih dekat dengan Sumatera Utara khususnya Deliserdang. Apalagi bandara Kualanamu sekarang di Deliserdang, jadi mereka tahu ternyata ada destinasi di sekitar bandara,” pungkasnya. (sam)

Comments

Komentar