Beranda OLAHRAGA Toba Asahan River Festival Resmi Dibuka

Toba Asahan River Festival Resmi Dibuka

BERBAGI

Tobasa, akses.co – Wakil Bupati Tobasa, Ir. Hulman Sitorus didampingi Kadisbudpar Tobasa, Audi Murfi Sitorus membuka Toba Asahan River Festival di Balai Desa Parhitean, Senin (3/12). Acara yang berlangsung mulai 3 hingga 9 Desember ini diikuti 36 kayaker (pemain kayak individu) dari 17 negara.

Kejuaraan Dunia Ekstrem Kayak merupakan “menu utama” pada Toba Asahan River Festival 2018 dan diselenggarakan di arus utama jalur esktrem Sungai Asahan, Desa Meranti Utara, Kabupaten Tobasa. Suksesnya acara serupa pada tahun lalu, diapresiasi oleh pencinta olahraga ekstrem arus deras. Tak heran, pada event ini para pemain kayak (kayaker) dari 17 negara kembali lagi ke sungai Asahan yang terkenal dengan jeram terbaik ke 3 di dunia setelah Sungai Colorado di Amerika dan Sungai Zambesi di Afrika.

Wakil Bupati Tobasa, Ir. Hulman Sitorus, sangat mengapresiasi kegiatan Toba Asahan River Festival ini yang tetap terselenggara walau tanpa dukungan Pemprov seperti tahun lalu. “Hal ini tentu saja sangat baik dan menandakan masyarakat Desa Meranti Utara dan Desa Tangga telah siap memajukan potensi wisata yang ada didaerahnya. Khususnya wisata arung jeram yang mengandalkan Sei Asahan ini”, katanya pada awak media.

Tahun ini, 36 kayaker dunia berasal dari Australia, Selandia Baru, Amerika, India, Kanada, Denmark, Inggris, Malaysia, Singapura, Italia, Spanyol, Jerman, Perancis, Norwegia, Thailand, Ceko dan juga Indonesia, telah terdaftar sebagai peserta.

Para kayaker akan mengikuti 4 kategori lomba yaitu :
✓ Down river endurance race (mulai dari dam Desa Tangga/rabbit hole, selesai di jembatan Parhitean/jeram Rizal Nurdin dengan total jarak 5 km)
✓ Sprint race (mulai dari jeram bigben rapid hingga Desa Hulahuli, berjarak 500 m)
✓ Slalom race (mulai dari setelah jeram nightmare rapid hingga Air Hitam berjarak 300 m)
✓ Boater X (mulai dari setelah nightmare rapid hingga Air Hitam, berjarak 300 m)

Ketua panitia Asahan River Festival, Lachie Charracer, yang juga kayaker asal Australia, berharap ia dapat membuat kegiatan rutin kompetisi kayak dan mengajak teman-temannya sesama penyuka olahraga ekstrem dari seluruh dunia ke Indonesia. “Saya melihat potensi alam yang indah dan sungai dengan jeram yang baik di Sungai Asahan. Saya rasa dunia layak tahu tentang ini”, tambahnya.

Asahan River Festival juga menyelenggarakan kegiatan sertifikasi dan pelatihan penyelamatan di sungai untuk masyarakat lokal. Selain itu dimeriahkan dengan parade budaya, pawai tarian daerah, serta kegiatan berpetualang mengenalkan alam Tobasa. (rel)

Comments

Komentar