Beranda OLAHRAGA Salah Putar Lagu Kebangsaan, Armenia Dilibas Gibraltar

Salah Putar Lagu Kebangsaan, Armenia Dilibas Gibraltar

BERBAGI
Kapten Armenia, Heinrikh Mikhtaryan (tengah) dijepit pemain Gibraltar di UEFA League. Armenia dilibas Gibraltar 1 - 0.
Kapten Armenia, Heinrikh Mikhtaryan (tengah) dijepit pemain Gibraltar di UEFA League. Armenia dilibas Gibraltar 1 - 0.

akses.co– Gibraltar, wilayah seluas 6,7 km2 di bagian selatan Spanyol yang merupakan bagian dari kekuasaan Inggris, mencatat sejarah dengan memenangi pertandingan internasional untuk pertama kalinya di UEFA National League level D.

Dikutip dari detik.com Tim yang ditukangi mantan gelandang Timnas Uruguay Julio Cesar Ribas itu mencatat sejarah setelah mengalahkan tuan rumah Armenia 1-0 di Yerevan pada Minggu WIB (14/10/2018).

Namun, pertandingan tersebut sempat diwarnai insiden memalukan karena sebelum pertandingan, panitia memutarkan lagu kebangsaan negara lain yaitu Liechtenstein. Mungkin ini pula yang menyebabkan Gibraltar ‘panas’ dan punya semangat tinggi untuk melibas Armenia.

Wilayah koloni Inggris itu mengalahkan tim Armenia yang diperkuat bintang Arsenal Henrikh Mkhitaryan berkat penalti menit ke-50 yang dengan baik dilakukan kapten tim Joseph Chipolina. Ini untuk pertama kalinya Gibraltar memenangi pertandingan di luar pertandingan persahabatan sejak bergabung dengan Union of European Football Associations (UEFA) pada 2013 dan seluruh pemain melampiaskan kegembiraan mereka dengan menari sukacita saat peluit akhir berbunyi.

Namun pertandingan harus diawali dengan suasana tidak menyenangkan bagi Gibraltar gara-gara panitia memutar lagu kebangsaan Liechtenstein sebelum pertandingan dimulai, mengundang protes dari Asosiasi Sepak bola Gibraltar. “Gibraltar sangat kecewa karena sebelum pertandingan UEFA Nations League malam ini versus Armenia, lagu kebangsaan Liechtenstein yang dimainkan,” demikian pernyataan yang dikeluarkan Asosiasi Sepak Bola Gibraltar.

“FA Armenia telah meminta maaf kepada kepala delegasi yang mewakili Gibraltar di Yerevan dan pengumuman telah dilakukan di stadion yang meminta maaf atas kesalahan itu.” Tapi kesalahpahaman itu tampaknya justru memotivasi para pemain Gibraltar saat mereka melawan tuan rumah.

Selama 40 menit terakhir, Gibraltar hanya memiliki 28 persen penguasaan bola dan hanya melakukan dua serangan tepat pada target. Sementara Armenia, yang dikapteni oleh Mkhitaryan, memiliki 35 tembakan, 10 di antaranya tepat sasaran.
Kemenangan mengejutkan Gibraltar membawa mereka sejajar dengan Armenia dengan 3 poin, 6 di belakang pimpinan klasemen Masedonia. Liechtenstein juga memiliki 3 poin. (dtc/ril)

Comments

Komentar