Beranda OLAHRAGA PSMS Banyak Dikritik, Mulai Bus Jadul hingga Tingginya Harga Tiket

PSMS Banyak Dikritik, Mulai Bus Jadul hingga Tingginya Harga Tiket

BERBAGI

akses.co – Semakin tinggi pohon, semakin kuat angin yang meniup. Ungkapan itu cukup tepat menggambarkan kondisi PSMS sekarang yang banyak mendapat kritikan.

Kondisi di tubuh PSMS seperti tingginya harga tiket menonton pertandingan PSMS di Stadion Teladan Medan yang kenaikannya berkisar 50% dibanding saat kompetisi Liga 2 musim lalu, hingga bus tim yang kondisinya dinilai kurang layak alias bus jadul (jaman dulu) sontak menjadi viral di media sosial.

Pasalnya, Legimin Raharjo dkk terlihat kembali menggunakan bus legendaris milik Pemko Medan yang kondisinya sudah memprihatinkan. Bus ini memang penuh sejarah. Dan dari informasi yang dihimpun bus tersebut sudah digunakan sejak tahun 1990-an dan sudah dinikmati skuad PSMS di era kejayaannya.

Sehingga wajar bus berwarna silver biru itu kondisinya sangat kurang layak untuk tim yang berlaga di Liga 1 alias kasta tertinggi di kompetisi sepak bola Indonesia. Apalagi, jika dibandingkan dengan bus-bus milik klub-klub perserikatan lainnya seperti Persib Bandung, Persija dan lainnya.

Bus klub-klub rival tersebut kondisinya cukup mentereng ditambah logo klub di badan mobil. Sejatinya, bus legendaris tersebut sudah mulai jarang digunakan tim musim ini dan hanya terparkir di area Komplek Mes PSMS, Kebun Bunga. Sebab ada bus milik Kodam I Bukit Barisan yang beberapa kali terlihat digunakan tim.

Namun, saat Selasa (27/3/2018) sore kemarin, bus legendaris itu kembali digunakan saat mengantarkan tim besutan Djajang Nurdjaman tersebut latihan ke Stadion Teladan Medan. Penampakan ini menjadi perhatian pecinta PSMS dan ramai diabadikan ke media sosial Instagram. Banyak netizen mengaku prihatin dan miris.

Sejak tuai kritik, pemandangan berbeda langsung terlihat saat tim kembali latihan di Stadion Teladan, Kamis (29/3/2018) sore. Satu bus pariwisata berwarna putih paduan hijau menjadi moda transportasi tim. Bus jadul tidak lagi digunakan.

Chief Executive Officer (CEO) PSMS, Dody Taher menjelaskan pihaknya memang tidak membeli bus baru sehingga kemarin masih menggunakan bus legendaris. Menurutnya, PSMS masih menanti bus yang sudah disiapkan Pemko Medan.

“Busnya sudah ada di Pemko. Tapi belum dilelang. Kita mau beli untuk apa? Soalnya bulan empat nanti sudah pasti ada. Karena sudah masuk anggaran di APBD Medan. Busnya siap pakai. Makanya kita enggak mau beli,” ujarnya.

“Kalau beli paling Rp100-Rp200 juta dapat yang bekas. Tapi karena Pemko sudah masuk dan kasih hak pakai. Jadi tidak perlu kita beli,” timpalnya.

Saat ini, lanjutnya proses bus tersebut tinggal nunggu lelang. “Iya tinggal menungu waktu kapan mereka lelang. Namanya uang negara kan harus ditender siapa yang menang lalu diserahkan ke PSMS,” jelasnya.

Dody mengklaim bus yang sudah disiapkan untuk PSMS tersebut bermerek Mercedez-Benz (Mercy) “Mercy kalau enggak salah. Bus baru. Nanti brand PSMS kita buat. Branding-nya nanti kita desain,” pungkasnya.

Manajer PSMS Medan, Tengku Edryansah Rendy yang juga putra kandung dari Walikota ini berjanji akan menindaklanjutinya rencana pengadaan bus baru PSMS.

“Sampai saat ini belum ada komunikasi ke arah situ. Tapi saya janji akan pertanyakan hal itu dan akan saya kabari secepatnya,” ujar Rendy.

Hanya saja, Rendy mengaku saat ini bus yang digunakan para pemain belum ada masalah, kendati tampilannya memang sudah tua “Busnya masih bagus. Pemain juga nyaman di dalam karena AC masih dingin. Jadi sebenarnya tidak ada masalah, lagian mereknya juga bagus kok Mercedes Benz, tapi tetap akan kita tindaklanjuti,” ungkapnya. (sam)

Comments

Komentar