Beranda OLAHRAGA PSIS-PSMS, Perebutan Poin Tim Papan Bawah

PSIS-PSMS, Perebutan Poin Tim Papan Bawah

BERBAGI
Asisten pelatih PSMS Yusuf Prasetyo (kiri) dan kiper PSMS, Dhika Bayangkara, saat temu pers jelang pertandingan, Sabtu (14/4/2018).
Asisten pelatih PSMS Yusuf Prasetyo (kiri) dan kiper PSMS, Dhika Bayangkara, saat temu pers jelang pertandingan, Sabtu (14/4/2018).

akses.co – Berada di papan bawah klasemen sementara Liga 1 musim 2018 membuat laga PSIS Semarang kontra PSMS Medan di Stadion Mochammad Soebroto, Magelang, Minggu (15/4/2018) sore diprediksi bakal berlangsung dengan tempo tinggi. Kedua tim bertekad keluar jadi zona merah.

Laskar Mahesa Djenar-julukan PSIS-yang berharap bisa meraih kemenangan perdana di kandangnya punya modal cukup baik usai menahan imbang 1-1 juara Liga 1 musim lalu, Bhayangkara FC pada laga tandangnya.

Sementara, PSMS Medan yang baru meraih satu kemenangan di tiga laga menjadi lawan yang relatif lebih mudah ditaklukkan untuk bisa merangsek ke papan tengah setelah saat ini berada di dua terbawah (posisi 17).

Kepercayaan diri juga tengah menghampiri tim besutan pelatih Djadjang Nurdjaman pasca menaklukkan salah satu favorit juara Liga 1, Persija Jakarta jadi modal yang baik di laga berikutnya kendati saat ini Suhandi dkk saat ini berada di posisi 16 klasemen sementara.

Bahkan, kendati tanpa pelatih yang tengah mengikuti kursus kepelatihan Pro-AFC, PSMS menargetkan poin penuh. “Sejak jauh-jauh hari, head coach telah berpesan kepada kami harus menang. Jadi target kami adalah tiga poin. Poin penuh,” ujar Asisten Pelatih PSMS, Yusuf Prasetyo, dalam jumpa pers, Sabtu (14/4).

Yoyok, sapaannya, menambahkan, timnya sudah memiliki cara atau strategi untuk mengantisipasi permainan sang calon lawan (PSIS).

“Cara bermain Persija dan PSIS itu berbeda. Kami sudah memiliki cara untuk mengantisipasi permainan PSIS. Terlebih PSIS sendiri bermain dihadapan publik sendiri,” bebernya.

Pelatih yang telah berlisensi A AFC itu juga menyanjung sang calon lawan. Menurutnya PSIS saat ini berbeda dengan PSIS ketika masih berlaga di Liga 2 musim lalu.

“Liga 2 kemarin dengan Liga 1 saat ini tentunya jauh berbeda. Selain pemain, PSIS juga dilatih oleh pelatih asing (Vicenzo Alberto Annese) dari Italia. Dan melihat cuplikan rekaman, mereka kini bermain sepakbola yang lebih modern,” sebutnya.

Diperkirakan, materi pemain PSMS tidak jauh berbeda saat menang lawan Persija. Sementara ketidakhadiran Djanur-sapaan Djadjang-tidak mempengaruhi sistem dan materi latihan maupun mental dari pemain. “Soal persiapan semua pemain sudah siap,” kata dia

Pelatih PSIS, Vicenzo Alberto Annese menyebut sudah memiliki strategi jitu untuk menjinakkan PSMS. Dia mengakui bahwa PSMS merupakan tim yang solid. Meski demikian, bukan berarti tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut tak bisa dikalahkan.
“Mereka berusaha memulai permainan dari barisan belakang. Jadi, kami akan memberikan tekanan kepada mereka,” ujar Annesse dilansir jawapos.com.

Stoper PSMS, Reinaldo Lobo mengatakan, kendati akan bertanding di hadapan ribuan suporter tuan rumah, bukan masalah bagi timnya. “Ini hal yang biasa buat kami. Karena saat main di Teladan pun kami punya banyak suporter. Kami juga sudah bertemu Persija layaknya laga home saat Piala Presiden kemarin. Waktu lawan Persib juga, kami sudah biasa dengan situasi itu. Tapi ini akan menjadi pertandingan yang berat juga buat kami,” kata Lobo.

Menatap kekuatan lawan, pemain asal Brazil ini mengaku tak tahu banyak soal PSIS. Baginya semua lawan yang mereka hadapi adalah ancaman yang berat. Tak ada kata lengah, apalagi menatap sebelah mata tim lawan.

“Sejujurnya saya tidak banyak tahu soal tim itu. Beberapa pemainnya juga tidak banyak tahu apalagi mau melakukan penjagaan khusus. Kami fokus pada tim dan akan bermain maksimal. Saya dan teman-teman akan bermain dengan kemampuan terbaik kami,” beber pemain berusia 30 tahun itu. (sam)

Comments

Komentar