Beranda OLAHRAGA Mandul Gol di Putaran Kedua, Posisi PSMS Siaga 1

Mandul Gol di Putaran Kedua, Posisi PSMS Siaga 1

BERBAGI
Perangkat Pertandingan dan tim PSMS Medan foto bersama di Stadion Teladan Medan, Minggu (16/7/2017). (ist)
Perangkat Pertandingan dan tim PSMS Medan foto bersama di Stadion Teladan Medan, Minggu (16/7/2017). (ist)

akses.co – Kekalahan 0-2 PSMS Meda saat bertamu ke kandang Persiraja Banda Aceh, Sabtu (5/8) membuat posisi PSMS Medan di puncak klasemen grup 1 rawan digeser beberapa tim lain.

PSMS kendati masih berada di posisi puncak klasemen sementara Grup 1 dengan 17 poin hanya terpaut satu poin dari runner up PS Timah Babel (16 poin), dan dua angka dengan Persiraja serta PSPS Pekanbaru (15 poin) rawan dikudeta mengingat empat laga yang tersisa, dua di antaranya merupakam laga tandang.

Di tiga laga tandang terakhir, tim berjuluk Ayam Kinantan meraih dua hasil seri dan satu kekalahan tanpa mencetak satu gol pun. Pelatih PSMS Medan, Mahruzar Nasution menyadari betul ancaman tersebut. Menurut Mahruzar kehilangan tujuh poin di tiga laga terakhir menjadi penyebab timnya gagal menjauh dari pesaingnya. Kondisi itu pun dinilai pelatih berlisensi B AFC ini sangat mengancam timnya untuk menjaga asa lolos ke babak selanjutnya.

“Kalo kita lengah dipertandingan berikutnya nanti, ya agak rawan posisi kita. Sebenarnya kalau kita bisa menang dua kali lagi saja, udah aman posisi di klasemen. Kita head to head dengan Persiraja, dan Kepri Jaya masih menang,” ucapnya, Senin (7/8/2017)

Terkait evaluasi kekalahan atas Persiraja, ada beberapa hal yang akan dibenahi. “Tingkat konsentrasi pemain ya yang sering hilang. Di laga kemarin sebenarnya kita memang melawan, tapi ketika ditekan lawan justru anak – anak tidak siap. Begitu juga mental pemain kita yang belum tampak. Sebenarnya main kedua tim sama bagusnya. Tapi, gol ada untuk tuan rumah. Itu nanti jadi evaluasi kita,” ucapnya.

Belum lagi, faktor non teknis dari penonton tuan rumah menjadi tekanan berat bagi mental pemain. Mengingat, tim manapun yang bertemu dengan PSMS, tentu memiliki motivasi lebih untuk memenangkan pertandingan. “Faktor non teknis juga sangat luar biasa di sana. Masyarakat disana kan menginginkan kemenangan. Makanya, ada hal yang kurang sportif dilakukan penonton. Seperti Antoni sempat mendapat lemparan batu. Belum lagi gol Dimas yang tidak disahkan wasit. Padahal jelas – jelas Dimas menerima umpan dari tendangan bebas itu muncul dari belakang. Tapi, namanya fanatisme tuan rumah kita ya hanya bisa legowo,” akui eks asisten pelatih timnas U-19 in itu

Di satu sisi, tidak hadirnya sejumlah pemain inti di laga tersebut, juga berpengaruh bagi kekuatan tim. Sebut saja top skor bagi PSMS, Suhandi tidak bisa berlaga karena harus menjalani resepsi pernikahan. Begitu juga dengan sang kapten Legimin Raharjo yang harus ditarik lebih awal di babak kedua, karena alasan faktor stamina yang mulai menurun.

“Kontribusi Alwi Slamet yang menggantikan Suhandi memang masih belum maksimal. Begitupun, peran Alwi di posisi gelandang sudah mulai tampaklah untuk tim. Legimin saya tarik di awal babak kedua, juga dengan usia yang tidak lagi muda, karena saat itu saya lihat stamina dia sudah drop.” jelas Mahruzar. (sam)

Comments

Komentar