Beranda OLAHRAGA Jika PSMS Kalah Lawan Persija, Djanur Ogah Hengkang

Jika PSMS Kalah Lawan Persija, Djanur Ogah Hengkang

BERBAGI
Pelatih PSMS Medan, Djadjang Nurdjaman. (psmsmedanofficial)
Pelatih PSMS Medan, Djadjang Nurdjaman. (psmsmedanofficial)

akses.co – Laga berat kembali akan dihadapi PSMS Medan di Stadion Teladan Medan, Jumat (6/4/2018) sore. Pasalnya, lawan yang dihadapi adalah Persija Jakarta, salah satu favorit juara Liga 1 musim 2018. Pelatih PSMS Medan, Djadjang Nurdjaman terkesan belum yakin timnya akan menorehkan hasil positif.

Saat sesi wawancara jelang pertandingan, Kamis (5/4/2018) sore di Sekretariat PSMS Komplek Stadion Kebun Bunga Medan, Djanur-sapaannya menyebut lawan yang dihadapi, Macan Kemayoran bukan sembarangan.

“Lawan ketiga yang akan kembali kami hadapi adalah lawan yang cukup tangguh. Persija, juara Piala Presiden yang juga lagi bertarung di Piala AFC. Dari sisi pemain pun kita tahu ada Rico (Simanjuntak) ada Simic (Marco) semuanya pemain-pemain kualitas. Situasi yang kurang mengenakkan, dari segi jadwal juga harus berhadapan dengan tim yang cukup tangguh,” ujarnya di hadapan awak media.

Tetap mengusung optimisme bisa meraih poin menghadapi skuad besutan pelatih Stefano ‘Teco’ Cugurra, namun Djanur juga siap menghadapi kemungkinan terburuk, kalah atas Persija yang menjadi kekalahan ketiga dari tiga pertandingan. “Pertandingan yang ketiga tetap seperti itu (berat) karena lawan yang dihadapi yang notabene adalah juara Piala Presiden punya materi pemain yang mentereng dan kalaupun itu (kekalahan) misalnya, saya akan menerima kritikan itu,” ucapnya.

Namun kata pelatih yang sebelumnya meninggalkan Persib Bandung saat mengalami keterpurukan musim lalu, di PSMS, dia tidak akan melakukan hal yang sama. “Saya tidak akan terburu-buru melepas tanggung jawab karena butuh proses. Dan saya sampai saat ini sudah berhasil mengembalikan permainan PSMS ke level yang ada di Liga 1 namun secara hasil belum. Jadi mohon bersabar, butuh proses. Sekali lagi walau saya dievaluasi saya tidak akan buru-buru meletakkan jabatan,” bebernya.

Dukungan suporter menjadi modal yang kuat bagi Djanur untuk tetap bertahan di tim The Killer-julukan lain PSMS. Pasalnya kendati mengalami dua kali kekalahan, dia menilai, asa suporter pada Abdul Aziz dkk masih terpelihara.

“Saya salut dan berterima kasih kepada suporter Medan karena dari dua kekalahan yang sudah kami alami belum ada celotehan-celotehan atau pressing terhadap saya. Karena seyogianya mereka juga bisa menilai seperti apa permainan PSMS dan lawannya seperti apa. Kelihatannya mereka berfikir seperti itu,” ungkapnya.

Soal kemungkinan adanya tekanan dari manajemen PSMS untuj menang, Djanur menyebbut bukan ultimatum namun masih dalam taraf harapan. “Mengultimatum, tidak. Tapi kalau berharap menang, ya. Semua juga seperti itu khususnya kami dan suporter,” pungkasnya. (sam)

Comments

Komentar