Beranda OLAHRAGA Ini Dia Anak Medan Penyelamat Indonesia di Myanmar

Ini Dia Anak Medan Penyelamat Indonesia di Myanmar

BERBAGI
Egy Maulana Vikri.
Egy Maulana Vikri.

akses.co – Euforia Piala AFF U-18 yang diharapkan masyarakat Indonesia bisa mengobati duka kegagalan timnas U-22 meraih emas di ajang SEA Games Malaysia sempat memudar setelah gol timnas Myanmar bersarang di jala gawang Garuda Jaya menit ke 28. Namun akhirnya, anak Medan yang satu ini membalikkan keadaan.

Dua gol berhasil dilesakkan Egy Maulana Vikri (menit 71 dan injury time) pada pertandingan di Stadion Thuwanna YTC, Yangoon, Selasa (5/9/2017) malam membuat tekad Indonesia untuk bisa berbicara di ajang tersebut kembali terjaga.

Pesepakbola kelahiran Medan, 7 Juli, 17 tahun silam itu pun mempersembahkan dua gol yang dilesakkannya kepada keluarga, pendukung timnas dan korban meninggal setelah laga Indonesia melawan Fiji pada akhir pekan lalu.

“Bersyukur atas hasil ini. Gol saya persembahkan untuk keluarga, pendukung timnas, dan Catur Juliantono,” tutur Egy.

Sejak bergabung di timnas U-18 besutan Pelatih Indra Sjafri, Egy memang diharapkan menjadi salah satu pemain yang akan membawa timnas berprestasi, kendati jalan yang akan dilalui masih cukup panjang.

Namun sosok Egy memang merupakan pemain yang cukup bertalenta dan punya banyak prestasi. Di tengah kondisi persepakbolaan khususnya di Kota Medan yang seolah “mati suri”, hadirnya Egy menegaskan, Medan atau Sumatera Utara tetap merupakan ladang pesepakbola berbakat.

Egy merupakan jebolan sekolah sepakbola (SSB) Tasbi Medan yang kepiawaiannya mengolah si kulit bundar pertama kali dilirik pemandu bakat nasional saat memperkuat Asosiasi Sekolah Sepakbola Indonesia (ASSBI) Sumatera Utara di ajang Grassroots Indonesian U-12 Tournament tahun 2012 lalu. Selain menjadi pencetak gol terbanyak, Egy berhasil membawa timnya menjadi juara di ajang tersebut.

Berikutnya, Diklat Ragunan yang banyak mencetak pesepakbola beken jadi tempan mengasah kemampuannya. Di sini, dia juga beberapa kali ikut ajang internasional seperti di India dan Thailand. Dua tahun lalu (2015), Egy pertama kali mengharumkan nama Indonesia di ajang Gothia Cup di Swedia dan menjadi pemain terbaik kategori U-15.

Klub Persab Brebes menjadi pelabuhan berikutnya. Berkompetisi di Piala Suratin, dia membawa klub Jawa Tengah itu menjadi juara dan dia juga meraih gelar top skorer setelah melesakkan 22 gol. Selanjutnya, dia kembali pulang kampung dan memperkuat Sumut di ajang Pekan Olah Raga Pelajar Wilayah (Popwil) Sumatera 2016 di Riau.

Saat membela timnas U-19 di Toulon Tournament di Perancis pada pada akhir Mei hingga 10 Juni lalu, dia meraih penghargaan bergengsi, Jouer Revelation Trophee. Media internasional turut memberikan pujian pada prestasi, hasil dari kemampuan ciamiknya itu.(sam)

Comments

Komentar