Beranda OLAHRAGA Golden Boy 2018, Saatnya Bek jadi Pemain Muda Terbaik di Eropa

Golden Boy 2018, Saatnya Bek jadi Pemain Muda Terbaik di Eropa

BERBAGI
Peraih Golden Boy 2003 - 2017 (wikipedia)
Peraih Golden Boy 2003 - 2017 (wikipedia)

akses.co – Bek Liverpool Trent Alexander-Arnold dan bek tengah Ajax Amsterdam, Matthijs de Ligt masuk sebagai lima finalis Golden Boy 2018. Mereka akan bersaing dengan tiga pemain berposisi sebagai penyerang yakni Patrick Cutrone (AC Milan), Justin Kluivert (AS Roma) dan Vinicius Junior (Real Madrid).

Pemenang Golden Boy 2018 akan diumumkan pada 18 Desember 2018. Yang terpilih akan ditentukan oleh 30 jurnalis dari media-media di Eropa. Sejak digelar pertama kali pada 2003, penghargaan ini telah dimenangi oleh para pemain di barisan serangan (gelandang serang dan striker) seperti Wayne Rooney (2004), Lionel Messi (2005), Sergio Aguero (2007), Paul Pogba (2013), Raheem Sterling (2014), dan Anthony Martial (2015).

Dalam sejarah Golden Boy, belum pernah sekalipun pemain berposisi bek meraih penghargaan ini. Dari 15 kali penyelenggaraan, 8 kali pemenang berasal dari pemain tengah (gelandang serang) dan 7 kali diraih oleh pemain berposisi sebagai penyerang (striker). Untuk 2018, sudah seharusnya bek yang menjadi pemenangnya. Ini alasannya.

Trent Alexander-Arnold, merupakan pemain muda berbakat asal Inggris yang sejak dua tahun terakhir menjadi pemain utama di klubnya Liverpool. Selain di klub, Arnold juga sudah menjadi pilihan utama manajer Timnas Inggris Gareth Southgate untuk melakoni laga-laga internasional bersama Three Lions senior. Di Piala Dunia 2018, dia adalah pemain termuda di skuad Inggris.

Manajer Liverpool Jurgen Klopp memuji pentingnya performa yang ditunjukkan Trent Alexander-Arnold. Alexander-Arnold, yang baru berusia 20 tahun ini, dipasang Klopp di laga final Liga Champions 2018, versus Real Madrid. “Perkembangan permainan Trent punya kontribusi besar pada pencapaian Liverpool saat ini. Melihat klasemen di liga, Anda bisa tahu kapasitas anak muda itu,” kata Klopp soal Arnold.

Sementara Matthijs de Ligt, juga bukan pemain muda biasa. Lahir 12 Agustus 1999, de Ligt menempa kemampuannya di Akademi Sepakbola Ajax. Nama De Ligt sudah mulai dikenal dunia sejak musim lalu, tepatnya ketika menjadi salah satu elemen penting dari skuat Ajax yang berhasil mencapai laga puncak Liga Europa. Sayang, kegemilangannya selama satu musim tertutup oleh kegagalan Ajax di partai final setelah ditundukkan Manchester United.

De Ligt dicap adalah spesies bek tengah modern. Kontrol bolanya cukup mantab, terlihat kepercayaan diri milik De Ligt. Pemain asli Belanda tersebut juga seorang pengumpan yang baik. Musim lalu, ia mencatatkan rata-rata 55,8 umpan dengan tingkat keberhasilan mencapai 87%. Tak ayal sejumlah klub besar Eropa sudah mengincarnya. Kabar terakhir menyebutkan, Barcelona sudah berhasil merayunya untuk bergabung ke Camp Nou musim depan.

Seperti diketahui, Lima pemain calon peraih penghargaan Golden Boy 2018 telah diumumkan. Kylian Mbappe secara mengejutkan dicoret dari daftar. Golden Boy merupakan penghargaan untuk pemain U-21 terbaik di Eropa, hasil pilihan jurnalis.(rih)

Comments

Komentar