Beranda OLAHRAGA Direktur Teknik PSMS Mundur Jelang Kick Off Liga 1

Direktur Teknik PSMS Mundur Jelang Kick Off Liga 1

BERBAGI
Andry Mahyar (kiri) saat penandatanganan kontrak legiun asing PSMS, Dilshod Shatofetdinov (tengah) bersama pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman (kanan). (ist)
Andry Mahyar (kiri) saat penandatanganan kontrak legiun asing PSMS, Dilshod Shatofetdinov (tengah) bersama pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman (kanan). (ist)

akses.co – Jelang kick-off berlangsungnya Kompetisi Liga 1, kabar mengejutkan datang dari manajemen PSMS Medan. Andry Mahyar Matondang yang menjabat Direktur Teknik PSMS, mundur.

Sempat menyebut alasannya mundur lantaran perlu fokus untuk mengurusi suatu hal, namun akhirnya dia mengatakan, alasan perbedaan pandangan menjadi penyebab dia mundur.

“Ada perbedaan pendapat dengan teman-teman yang lain di manajemen (direksi). Kalau untuk tim pelatih, kita tidak ada masalah. Kita satu jalan dan sepemikiran,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (20/3/2018).

Bahkan, dia juga mengisyaratkan adanya pihak yang menilai kehadirannya akan membawa perubahan negatif bagi tim besutan pelatih Djadjang Nurdjaman itu.

“Begini, seorang Andry Mahyar itu tidak bisa kemudian dijadikan legitimasi akan mengubah tim menjadi buruk atau baik. Itu semua kerja sama tim. Perbedaan dalam menjalankan roda klub sepakbola itu wajar. Sehingga, apakah harus keluar, tidak keluar, atau bertahan, itu pilihan masing-masing. Itu tergantung integritas dan idealismenya,” ucapnya.

Pria yang juga berprofesi sebagai pengacara dan dosen itu mengungkapkan, dirinya tidak terzalimi, hanya apa yang berjalan saat ini tidak sesuai idealisme dan integritasnya. “Dalam menentukan kebijakan soal apapun, yang pasti soal perjalanan klub. Enggak dari awal (perbedaan pendapat), hanya semakin tajam di ujung-ujung ini dengan manajemen direksi. Kita kan hanya tiga yang aktif, CEO, Sekum. Artinya, adanya perbedaan pendapat dengan teman-teman direksi,” bebernya.

Pun demikian, dia menambahkan, dirinya tidak membuat klub dalam posisi genting dengan keputusannya mundur tersebut. “Sejauh ini tidak akan berpengaruh sebegitu parah pengunduran diri saya terhadap tim. Kenapa? Karena tim ditinggalkan dalam kondisi baik. Tinggal dimaintance dengan baik. Saya yakin teman-teman bisa maintain (mengelola) dengan baik,” ucapnya.

Dia juga memastikan, meski berbeda pendapat dengan tim direksi. Di luar itu, dirinya masih berhubungan baik dengan semuanya. “Sejauh ini kita tidak pernah mengalami perbedaan dengan hal-hal di luar PSMS. Tetapi perbedaan pendapat dalam organisatoris itu wajar. Hanya saja, saya orangnya lebih memikirkan intergritas dan idealisme dalam mengelola PSMS. Jika sudah sesuai dengan itu, saya tidak masalah. Saya bukan merajuk, bukan ngambek. Tidak ada hubungan dengan itu,” tuturnya.

Andry sendiri mengaku sudah pamitan ke tim pelatih dan pemain. Bahkan itu sudah dilakukan usai pertandingan lawan PSPS, Sabtu (17/3/2018). “Sudah (pamitan) dengan pemain di ruang ganti sama pemain, sama Kang Djajang juga habis pertandingan lawan PSPS. Malah sebelum launching dibacakan di Stadion Teladan. Jadi mereka sudah tahu, dan mereka bilang tolong jangan mundur. Tapi persoalannya ada integritas dan idealisme yang saya jaga,” ungkapnya.

Dia mengakui, langkah keluar dari manajemen direksi Ayam Kinantan bukan dadakan. Surat pemberitahuan mundur, menurutnya sudah dilayangkan minggu lalu, bahkan sebelum jaga uji coba tim lawan PSPS Pekanbaru di Stadion Teladan.

“Sebenarnya surat pemberitahuan mundur sudah masuk sejak Senin minggu lalu. Saya mengutarakan alasan dalam surat untuk menyelesaikan sesuatu. Bukan tentang kuliah S3 tapi ya sesuatu. Saya pasti akan kasih tahu sebabnya. Tapi bukan hari ini,” ujarnya, saat dihubungi, Selasa (20/3/2018) siang.

Andry juga menambah baru mendapat kabar suratnya sudah dibalas. “Saya belum terima, tapi tadi diberitahu sudah ada. Saya bilang tolong di-WA saja. Karena sebenarnya enggak perlu dijawab. Karena surat saya itu bukan permohonan pengunduran diri, tapi pemberitahuan,” pungkasnya.

Sekretaris PSMS, Julius Raja membenarkan perihal mundurnya Andry Mahyar. Menurutnya, direktur teknis harus punya relasi yang baik dengan tim, pelatih dan manajemen. “Dalam waktu dekat akan ditetapkan gantinya,” ungkapnya. (sam)

Comments

Komentar