NEWS

Oknum Polisi Nyambi Jadi Pengedar Narkoba Diringkus Polresta Deliserdang

Deliserdang, akses.co – Oknum Polisi berpangkat Bripka yang bertugas di Polda Sumut, berinsial TS alias Bolon (37) warga Jl. Pertahanan Komplek Perumahan Sigara-gara Kec. Patumbak Deliserdang, diringkus Tekab Sat Narkoba Polresta Deliserdang, Kamis (10/9) pukul 19.00 WIB di rumahnya.

Dari keterangan tersangka TS bahwa barang haram itu diperoleh dari AS alias Cokna. Selanjutnya Tekab kembali meringkus tersangka AS alias Cokna (28) warga Dusun II Desa Namosimpur Kec. Pancurbatu Deliserdang, Jumat (11/9) pukul 02.00 WIB.

Saat diamankan dipinggir jalan, tersangka AS alias Cokna langsung lemas. Melihat hal itu, Petugas selanjutnya melarikan tersangka Cokna ke RSUP Adam Malik Medan. Namun tiba di RSUP Adam Malik Medan, tersangka AS alias Cokna dinyatakan sudah meninggal dunia.

Pengungkapan kasus itu disampaikan Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi SIK didampingi Kasat Narkoba AKP Ginanjar Fitriadi dan Kanit 2 Iptu Boyke Barus, Sabtu (12/9) sore, di Aula Tribrata Mapolresta Deliserdang di Lubukpakam.

Dijelaskan Kapolresta, dari rumah tersangka TS, Personel mengamankan barang bukti 2 paket sabu dikemas plastik klip transparan seberat 13,24 gram, 26 butir pil ekstasi warna cream berbentuk daun seberat 12,89 gram, senjata air soft gun, uang tunai Rp 45 Juta, handphone android, 2 plastik klip transparan kosong dan timbangan elektrik.

Selanjutnya dari kantong celana tersangka AS alias Cokna diamankan barang bukti, sabu seberat 113 gram dan hanphone android. Mengetahui tersangka AS alias Cokna meninggal dunia, Personel membawa jenazahnya ke RSU Bhayangkara Medan, untuk dilakukan otopsi.

Kapolresta Deliserdang mengatakan hasil otopsi penyebab kematian Cokna belum diketahui. Tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan pada tubuhnya, dugaan sementara tersangka Cokna meninggal karena penyakit yang dideritanya.
Untuk Bripka TS kini sudah di tahan karena melanggar tindak pidana narkotika golongan satu jenis sabu dan pil ekstasi dengan ancaman hukuman paling singkat selama enam tahun dan paling lama dua puluh tahun.

“TS melanggar pasal 114 ayat dua subs 112 ayat dua undang undang No 35 Tahun 2009,” tutup Yemi.
(Manahan. D)

Comments
To Top