LANGKAT

Ngerii !! Biaya Pemotongan Ranting Pohon di Kabupaten Langkat Dibandrol 1,7 Juta

LANGKAT, akses.co – Bagi masyarakat yang ingin mengajukan permohonan penebangan ranting pohon di pinggiran jalan raya harus bersiap siap menahan napas panjang. Pasalnya biaya yang yang harus di keluarkan sebesar 1,7 juta.

Peristiwa ini di alami oleh salah seorang masyarakat yang berinisial DR. Dalam keterangannya DR mengatakan, “sekitar 2 minggu yang lalu saya datang kekantor Dinas lingkungan Hidup kabupaten langkat untuk mengajukan permohonan pemotongan ranting pohon di depan rumah orang tua saya yang beralamat di desa kwala begumit kecamatan stabat”.

“Tentunya kedatangan saya tersebut dengan membawa surat keterangan dari kepala desa.Lalu selanjutnya saya di arahkan untuk menemui salah seorang staf yang juga merangkap sebagai mandor taman yang bernama WN (inisial).Setelah bertemu dengan WN sembari menunjukkan berkas berkas yang diminta dan saat saya ingin memberinya ke bagian umum WN melarang lalu meminta berkas itu agar di serahkan langsung kepada dia. setelah itu WN meminta biaya operasional sebesar 1,7 juta”.

DR menambahkan, “uang tersebut saya bayar cash (kontan) hari itu juga tetapi anehnya pembayaran tersebut tanpa bukti pembayaran (kwitansi). Baru selasa semalam (14/09) ranting pohon di depan rumah orang tua saya di potong”, kata DR menutup.

WN (mandor Taman) saat di konfirmasi di ruangannya mengelak semua tudingan yang dialamatkan kepadanya, dengan nada arogan WN mengatakan tidak ada membandrol atau menetapkan harga untuk biaya pemotongan ranting pohon, tetapi hanya biaya partisipasi atau uang minum, kata WN menutup.

Di saat yang bersamaan Kepala Bidang pengolahan sampah dan limbah B3 T. Reza Aditya saat di konfirmasi melalui whats app mengatakan, tidak ada biaya alias gratis untuk pemotongan ranting pohon tetapi seluruh persyaratannya harus di lengkapi seperti surat keterangan dari desa, tutur reza.

Menyikapi fenomena ini junaidi.S Ketua DPD NGO TOPAN-AD yang diminta tanggapannya mengatakan, ” kita sangat menyesalkan kejadian ini yang mana di saat masyarakat sedang kesulitan ekonomi di masa pandemi tetapi masih ada oknum oknum yang menggunakan jabatan dan wewenangnya untuk kepentingan dirinya sendiri dan merugikan orang lain”, kata Junaidi.

Junaidi menambahkan, “bila hanya sekedar partisipasi atau uang minum tentunya tidak sebesar itu, uang sebesar itu bisa mentraktir orang satu kampung (sambil berjanda). Kita berharap tindakan tegas dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup kabupaten langkat untuk stafnya yang di nilai telah mencederai visi dan misi bapak Bupati Langkat yaitu pemerintahan yang bersih dari korupsi agar kejadian yang sama tidak terulang kembali”, tutup Junaidi.( AF )

close

Halo 👋
Yuk berlangganan.

Daftar sekarang untuk menerima update berita akses.co secara eksklusif via email setiap hari.

*Email anda akan dijaga kerahasiaannya.

Baca juga Yuk!
Back to top button

Adblock Terdeteksi

Halo pengunjung setia akses.co, Kamu terdeteksi menggunakan Pemblokir iklan pada akses.co, Mohon dimatikan terlebih dahulu untuk mendukung akses.co agar selalu konsisten menyajikan berita terbaru dan teraktual hanya untuk anda. Terima Kasih.