Ngaku Bisa Berikan Perhiasan dan Keturunan, Dukun Palsu Dihajar Korbannya

Ilustrasi. (Thinkstock)
Ilustrasi. (Thinkstock)

akses.co – Seorang pria bernama Anan warga Jalan Titipapan, Kelurahan Marelan, Kecamatan Medan Labuhan yang mengaku dukun sakti dihajar hingga babak belur.

Anan dihajar habis-habisan oleh para korbannya yang sebelumnya telah ditipu mentah-mentah oleh dukun palsu itu saat berada di kawasan Pasar V, Tembung, Kecamatan Percut Seituan.

Terbongkarnya kedok Anan bermula ketika salah satu korbannya bernama Ayu Wulandari warga Pasar V, Tembung mencari-cari dimana keberadaan Aan. Sebab, Ayu ditipu oleh Anan. Ayu telah memberikan uang Rp4 juta sebagai imbalan agar Ayu memiliki keturunan dan kekayaan berupa perhiasan emas dan berlian yang datang dari makhluk gaib.

Menurut keterangan Kapolsek Percut Seituan Kompol Pardamean pada wartawan, Selasa (26/12/2017) menyebutkan pelaku penipuan modus dukun ini memberikan perhiasan imitasi pada korbannya.

“Jadi dari laporan korban, didapatkan informasi bahwa pelaku berada di kawasan Jalan Titipapan. Selanjutnya para korbannya mendatangi pelaku. Pelaku dibawa ke rumah korban lalu diinterogasi. Saat itulah pelaku dihajar oleh korban dan warga lainnya,” ungkap Kompol Pardamean.

Sambung Kompol Pardamean lagi, saat pelaku dihajar massa, personel Polsek Percut Seituan yang berpatroli langsung mengamankan pelaku. Bersamaan dengan itu, para korban lainnya yamg merasa ditipu oleh Anan membuat laporan pengaduan.

“Menurut keterangan sejumlah korban, modus pelaku sebelum melakukan penipuan yakni menakut-nakuti setiap korbannya bahwa rumah mereka ada mahluk halus yang membawa sial dan menjauhkan rezeki. Akhirnya para korban ketakutan dan meminta kepada dukun palsu itu untuk mengusir mahluk halus tersebut. Akhirnya pelaku berpura-pura mengusir makhluh halus itu untuk memperdaya korbannya,” terangnya.

Masih kata Pardamean, setelah korbannya memberikan mahar, pelaku memperagakan kesaktiannya dengan cara merubah daun sirih menjadi emas dan berlian palsu.

Sejak itu pelaku selalu berpindah-pindah, dan para para korban mencari pelaku. Dan akhirnya pelaku berhasil ditangkap korbannya. Kini pelaku sudah kita tahan guna mempertanggung jawabkan perbuatannya. (did)

Artikel Terkait