Beranda METRO Wartawan Unit Pemko dan DPRD Medan Gelar Natal Bersama

Wartawan Unit Pemko dan DPRD Medan Gelar Natal Bersama

BERBAGI
Para wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Unit DPRD Medan dan Persatuan Wartawan Unit Pemko Medan berfoto bersama dengan Ketua DPRD Medan, Henry Jhon Hutagalung usai audensi di ruang kerjanya, Senin (6/11/2017). (akses.co/istimewa)
Para wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Unit DPRD Medan dan Persatuan Wartawan Unit Pemko Medan berfoto bersama dengan Ketua DPRD Medan, Henry Jhon Hutagalung usai audensi di ruang kerjanya, Senin (6/11/2017). (akses.co/istimewa)

akses.co – Wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Unit Pemko Medan dan Persatuan Wartawan Unit DPRD Medan menggelar natal bersama. Rencananya kegiatan tersebut digelar di Gedung PKK Kota Medan, Jalan Rotan, 2 Desember 2017 mendatang.

Kegiatan yang dilakukan secara bersama ini merupakan pertama kali digelar. Hal ini terungkap saat para pengurus kedua belah pihak melakukan audensi dengan Ketua DPRD Medan, Henry Jhon Hutagalung di ruang kerjanya, Senin (6/11/2017).

Dalam pertemuan penuh keakraban tersebut hadir pula Anggota DPRD Medan dari Fraksi Demokrat, Hendrik Halomoan Sitompul. Sementara dari pihak wartawan tampak hadir, Ketua Persatuan Wartawan Unit Pemko Medan, ME Ginting, Ketua Persatuan Wartawan Unit DPRD Medan, Zoel Ardi Harahap, Ketua Panitia Pelaksana, Horas Pasaribu, Sekretaris Panitia Pelaksana, Irwan Manalu, dan lainnya.

Koordinator Wartawan Unit DPRD Medan, Zoel Ardi Harahap menyampaikan, wartawan unit DPRD dan Pemko Medan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Karena kedua unit ini memberitakan kinerja Pemko Medan dan pembangunan Kota Medan.

“Di DPRD mengupas tentang anggaran dan pengawasan pembangunan, sedangkan di Pemko Medan tentang pelaksanaan pembangunan,” katanya.

Saling keterkaitan inilah menjadikan kedua unit ini semakin kompak dan terjalinlah kebersamaan untuk melaksanakan kegiatan keagamaan yang diawali dengan kegiatan natal. Selanjutnya akan diikuti dengan kegiatan keagamaan Islam seperti, Maulid Nabi, Isra Mikraj dan perayaan lainnya.

Hal senada juga disampaikan Kordinator Wartawan Unit Pemko Medan, ME Ginting. Menurutnya, wartawan harus menunjukkan kebersamaan bukan hanya lewat pemberitaan, tapi juga bukti nyata yang diwujudkan dengan pelaksanaan kegiatan perayaan natal. Dimana kepanitiannya pelangi. “Semoga sinergitas dan kerja sama ini terus berlanjut, tidak sekadar pada perayaan natal. Kegiatan seperti ini sangat positif apalagi menyangkut perayaan hari besar keagamaan,” ungkapnya.

Henry Jhon sendiri sangat mengapresiasi kegiatan ini. Sebab, disamping sibuk mencari berita, tapi masih meluangkan waktu untuk kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara gotong-royong lintas agama. Politisi PDI Perjuangan ini menyarankan, apabila ada bakti sosial dalam rangkaian natal ini harus mengutamakan keluarga wartawan terutama yang kurang mampu. “Wartawan harus membenahi di internal keluarga besar wartawan dulu, baru ke eksternal (masyarakat luas),” ungkapnya.

Sementara itu, Hendrik Sitompul menambahkan, selain keluarga wartawan, panitia harus mengundang wartawan yang sudah veteran (pensiun) dan pernah bertugas di unit Pemko dan DPRD Medan. Dari para senioran itu, mereka bisa bernostalgia bagaimana pemko dan DPRD masa lalu dan masa sekarang. Apa masukan dari mereka untuk kedua lembaga ini.

Menurut politisi Demokrat ini, profesi wartawan adalah pahlawan. Sebab, berkontribusi untuk pembangunan Medan lewat pemberitaan. ”Wartawan adalah mata dan telinga masyarakat. Antara masyarakat dan Pemko Medan ada yang memediasi yaitu wartawan. Dengan kata lain wartawan adalah humas masyarakat yang bisa menghubungkan kepentingan masyarakat dengan pemerintah,” jelasnya.

Dia menambahkan, perayaan natal ini diharapkan bisa jadi pintu masuk wartawan untuk lebih berperan lagi ikut membangun Kota Medan. Sehingga masyarakat akan melihat, kelompok wartawan mana yang benar-benar memikirkan masyarakat, terutama masyarakat yang termarjinalkan. “Wartawan adalah pahlawan. Wartawan jangan dijadikan sosok kelas sekian, tapi harus disejajarkan dengan level teratas karena output pemberitaan media massa sangat berguna bagi masyarakat dan pemerintah,” pungkasnya. (eza)

Comments

Komentar