Beranda METRO Wartawan Diharapkan Jadi Ujung Tombak Mendidik Masyarakat

Wartawan Diharapkan Jadi Ujung Tombak Mendidik Masyarakat

BERBAGI
Ketua DPD Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Sumut, Drs Hendrik Halomoan Sitompul. (akses.co/istimewa)
Ketua DPD Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Sumut, Drs Hendrik Halomoan Sitompul. (akses.co/istimewa)

akses.co – Seiring kemajuan teknologi yang terus meningkat, faktor kecepatan penyajian berita diharapkan tetap memprioritaskan asas kebenaran serta keakuratan berita. Untuk itu, wartawan diharapkan menjadi ujung tombak untuk mendidik masyarakat.

“Berita yang disajikan kiranya tidak memicu konflik. Namun tetap mendidik pembaca dan penyejuk suasana. Makanya, kebenaran dan dampak pemberitaan itu diharapkan tetap menjadi pertimbangan penyajian berita,” ungkap Ketua DPD Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Sumut, Drs Hendrik Halomoan Sitompul kepada wartawan menyikapi Hari Pers Nasional (HPN) 2018, Minggu (11/02/2018).

Hendrik mengungkapkan perkembangan teknologi informasi yang demikian pesat membawa banyak konsekuensi. Salah satunya, ujar Hendrik, setiap kejadian bisa saja setiap saat terjadi dan dalam waktu cepat bisa sampai ke masyarakat tanpa bisa dibendung.

“Jangan sampai diabaikannya aspek akurasi dan asas kebenaran. Karena dengan berita yang tidak akurat akan memberi dampak negatif masyarakat dalam mempersepsi dan menyikapi suatu persoalan,” ungkap anggota Fraksi Demokrat DPRD Kota Medan ini.

Hendrik menambahkan wartawan akan tetap memainkan peran penting dalam banyak sisi kehidupan. Sehingga wartawan diharapkan mampu menjadi ujung tombak dalam mendidik masyarakat.

Untuk mewujudkannya, kata Hendrik wartawan bisa tetap teguh memegang kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugas.

“Saya tetap yakin pers akan memainkan peran penting dalam pendidikan masyarakat, khususnya dalam berdemokrasi,” ungkap Hendrik yang juga Alumni PPRA 52 Lemhannas RI itu.

Selain mengemban fungsi sebagai ujung tombak etika berdemokrasi, pers nasional juga bertugas menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Produk jurnalistik yang buruk, katanya, akan menjadi sandungan bagi tegaknya persatuan.

Terlebih, katanya, alat-alat telekomunikasi dan komunikasi telah memudahkan semua orang bisa medapatkan akses yang sama terhadap sebuah berita. “Beberapa di antaranya malah sampai ke masyarakat dalam bentuk hoax. Ini sangat mengancam kerukunan masyarakat,” paparnya. (din)

Comments

Komentar