Beranda METRO Wagirin Ditarik-tarik Warga Lau Cih

Wagirin Ditarik-tarik Warga Lau Cih

BERBAGI
Wagirin saat ditarik-tarik warga. (akses.co/eza)
Wagirin saat ditarik-tarik warga. (akses.co/eza)

akses.co – Ketua DPRD Sumut, Wagirin Arman sepertinya tidak punya nyali yang cukup besar untuk menemui rakyatnya yang sedang tertindas.

Kejadian ini bermula ketika warga Desa Lau Cih, Kabupaten Deliserdang yang sudah satu malam menginap di gedung DPRD Sumut ingin menemui Wagirin Arman. Masyarakat ingin meminta kejelasan, ketegasan dan perlindungan dari Wakil Rakyat. Sebab, rumah warga sudah hampir habis di gusur oleh pihak pengembang.

Sayangnya, keinginan masyarakat untuk menemui Wagirin menemui jalan buntu. Politisi senior Golkar itu sepertinya enggan menemui masyarakat dan memilih untuk bersembunyi diruang kerjanya.

Warga yang sudah menunggu sejak pukul 16.00 WIB tidak diberikan kepastian apakah bisa diterima atau tidak. Lebih dari 2,5 jam menunggu membuat emosi masyarakat tersulut. Alhasil, mereka berbondong-bondong naik ke lantai dua dan menunggu di depan ruangan Ketua DPRD Sumut itu. Cacian dan cemoohan dilontarkan masyarakat kepada Wagirin. “Keluar kau Wagirin,”teriak Nelson Parangin-angin.

Neslon mengaku heran dengan sikap arogan Wagirin yang enggan menerima kehadiran masyarakat. “Nasib kami sudah genting, makanya kami berbuat seperti ini. Rumah kami sudah hancur kalau menunggu sampai tanggal 1 Agustus.

“Apa keluhan rakyat dengarkan, jangan mau enaknya saja. Jangan jadi kodok salam tempurung,”timpal Br Ginting.
Sampai pukul 19.00 WIB. Ketua DPRD Sumut, Wagirin Arman masih belum bersedia keluar dari persembunyiannya untuk menemui warga Lau Cih, Kabupaten Deliserdang.

Sekitar pukul 19.15, Ketua DPRD Sumut, Wagirin Arman keluar dari ruangannya. Sebelum beranjak, Wagirin sempat memberikan penjelasan kepada warga yang sudah lebih dari 3 jam menunggu.
Wagirin yang memakai kemeja batik lengan panjang itu mengatakan pihaknya sudah melakukan segala hal untuk menyahuti keluhan warga. “Sudah kita kirim surat untuk di stanvaskan. 1 Agustus sudah dijadwalkan rapat oleh Komisi A untuk membahas masalah ini,”ungkapnya.

Meski sudah diberikan penjelasan, masyarakat tidak menerimanya. “Kalau menunggu tanggal 1, rumah kami sudah hancur. Katanya wakil rakyat, kenyataannya tidak peduli dengan rakyat,”teriak salah seorang warga yang kecewa dengan sikap Wagirin.

Dengan bantuan polisi dan security, Wagirin mencoba menerobos kerumunan warga. Sempat terjadi aksi tarik menarik dengan warga, polisi yang bertugas juga cukup kewalahan melawan aksi masyarakat yang sudah terlanjur kecewa itu. Melalui pintu samping akhirnya Wagirin berhasil di evakuasi. Warga terus meluapkan kekecewaannya dengan melontarkan kata-kata kasar kepada Wagirin. (eza)

Comments

Komentar