Beranda METRO Ulama Dunia Sepakati Umat Harus Bersatu

Ulama Dunia Sepakati Umat Harus Bersatu

BERBAGI
Ketua Dewan Pembina Yayasan Al Manarah Al Islamiyah Arab Saudi, Syaikh Khalid Al Hamudi (ketiga kiri), mantan Presiden Sudan, Abdel Rahman Swar Al-Dahab (kiri), Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (keempat kiri), berbincang bersama ulama lainnya, pada pertemuan Ulama dan Da'i dunia (Multaqa Da'i) ke-3, di Masjid Raya Sumatera Barat, di Padang, Senin (17/7/2017). (ist)
Ketua Dewan Pembina Yayasan Al Manarah Al Islamiyah Arab Saudi, Syaikh Khalid Al Hamudi (ketiga kiri), mantan Presiden Sudan, Abdel Rahman Swar Al-Dahab (kiri), Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (keempat kiri), berbincang bersama ulama lainnya, pada pertemuan Ulama dan Da'i dunia (Multaqa Da'i) ke-3, di Masjid Raya Sumatera Barat, di Padang, Senin (17/7/2017). (ist)

akses.co – Walau perbedaan diantara umat Islam tidak bisa terelakkan, karena itu adalah sunah, namun umat Islam di seluruh dunia diminta untuk bersatu.

Hal itulah yang disepakati di dalam pertemuan ulama dan Dai se-Asia Tenggara, Eropa serta Afrika membahas permasalahan yang sedang dihadapi umat Islam di dunia.

Pertemuan yang dihadiri ulama dan dai dari berbagai negara ini diselenggarakan Yayasan al Manarah al Islamiyah di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) sejak 17-20 Juli 2017.

Ketua Dewan Pembina Yayasan al Manarah al Islamiyah, Syekh Khaleed Ibn Abdillah al Hamoudy mengungkapkan, pertemuan ulama dan dai tahun ini tidak hanya dihadiri ulama dan dai dari negara-negara di Asia. Ulama dan dai dari negara-negara di Benua Afrika dan Eropa juga turut hadir. Melalui pertemuan ulama dan dai ini diharapkan dapat menyatukan umat di atas satu kalimat.

Syekh Khaleed Ibn Abdillah al Hamoudy menambahkan menyatukan umat di atas satu pendapat memang merupakan perkara yang sangat berat. Karena perbedaan sudah menjadi sunah. “Tetapi tidaklah menjadi elok ketika perbedaan pendapat itu menjadi sebab perpecahan yang terjadi di tengah umat Islam ini,” ungkap Syekh Khaleed seperti dilansir Republika.co.id di Hotel Grand Inna Padang, Selasa (18/7/2017).

Ia memaparkan, pada pertemuan ulama dan dai di hari kedua ini, peserta dari negara-negara Asia berkumpul untuk berdiskusi. Mereka mendiskusikan permasalahan yang dihadapi umat. Sebab, pertemuan ulama dan dai ini intinya adalah ummatan wahidah. “Jadi intinya membahas bagaimana menyatukan umat, persatuan umat Islam,” paparnya.

Dalam acara tersebut, seluruh peserta yang hadir sangat antusias. Terbukti, walau pemateri dari ulama sekaligus guru besar Universitas Ummul Qura, Makkah, Saudi Arabia memaparkan materinya melebihi batas waktu yang ditentukan, namun para peserta tidak satupun yang mengeluhkannya dan keluar dari lokasi acara. Melainkan, mereka tetap antusias mendengarkan pemaparan dari pemateri tersebut.

Disisi lain, Syekh Khaleed menambahkan dipilihnya Indonesia sebagai lokasi acara dikarenakan Indonesia dikenal sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbanyak di dunia. “Selain itu, Indonesia negara yang aman dan penduduknya mencintai kebaikan untuk negara Asia,” pungkasnya. (din)

Comments

Komentar