Beranda METRO Tingkatkan Partisipasi Masyarakat Kelola Sampah, TPST Seminyak Diresmikan

Tingkatkan Partisipasi Masyarakat Kelola Sampah, TPST Seminyak Diresmikan

BERBAGI
Peresmian Learning Center dan penyerahan mesin cacah plastik bagi TPST 3R Seminyak beberapa waktu lalu. (istimewa)
Peresmian Learning Center dan penyerahan mesin cacah plastik bagi TPST 3R Seminyak beberapa waktu lalu. (istimewa)

akses.co – Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Seminyak (TPST 3R Seminyak) meresmikan learning center yang akan memfasilitasi kunjungan belajar serta berbagai program lainnya untuk meningkatkan pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah.

Learning center tersebut merupakan bagian terbaru dari fasilitas seluas 300 m2, yang saat ini mengelola sampah bagi lebih dari 800 pelanggan di wilayah Seminyak.

“Kami sangat senang melihat antuasiasme masyarakat untuk berkunjung dan belajar dari pengalaman kami. Saya berharap, ke depannya learning center TPST 3R Seminyak dapat mengadakan lebih banyak pelatihan tentang pengolahan sampah,” ungkap Ketua TPST 3R Seminyak, Komang Ruditha melalui siaran pers yang diterima akses.co, Minggu (29/07/2018).

Pada tahun 2004, Komang Ruditha dan tim TPST 3R Seminyak telah memulai program bersih-bersih pantai secara sederhana, hanya dengan 1 truk kecil, 3 karyawan, dan 85 pelanggan. Saat ini TPTS 3R Seminyak telah memiliki 16 truk, 36 karyawan, dan melayani lebih dari 800 pelanggan, termasuk rumah tangga dan hotel. Sampah organik diolah menjadi pupuk organik yang digunakan oleh masyarakat dan hotel; sampah plastik, kertas, dan besi akan didaur ulang atau dijual untuk didaur ulang. Semua hasil penjualan digunakan untuk biaya operasional dan masyarakat.

Learning center tersebut merupakan bentuk dukungan Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI), mitra kerja sama Desa Adat Seminyak beberapa tahun terakhir untuk program Bali Beach Clean Up, bersama dengan Legian, Kuta, Kedonganan, dan Jimbaran.

“Kami senang CCAI memliki kesempatan untuk mendukung pengembangan program ini, dan kami harap ke depannya learning center dan fasilitasnya dapat membantu memaksimalkan proses pelatihan dari tiap kunjungan,” papar Kadir Gunduz, Presiden Direktur Coca-Cola Amatil Indonesia.

Hingga bulan Juli 2018, program harian Bali Beach Clean Up telah menyingkirkan lebih dari 38 juta kg sampah dari pesisir pantai sepanjang 9,7 kilometer. Program ini didukung dengan 4 traktor pantai, 2 barber surf rakes, 3 truk sampah, 78 kru dari komunitas lokal di sekitar pantai, serta 150 tempat sampah baru tiap tahunnya. Mulai tahun ini, tempat sampah yang didonasikan oleh CCAI bagi masyarakat di tiap wilayah operasionalnya, termasuk Bali,merupakan jenis tiga sistem, untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah.

“Bali Beach Clean Up selalu mengedepankan kolaborasi sebagai bagian dari solusi. Kerja sama dengan Desa Adat Seminyak dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat merupakan contoh yang baik dari pentingnya kerja sama untuk pencapaian keberlanjutan yang lebih baik lagi,” jelas Kadir Gunduz.

Coca-Cola Amatil Group Managing Director, Alison Watkins mengungkapkan dukungan perusahaan untuk pengembangan learning center tersebut merupakan bagian penting dalam pendekatan keberlanjutan Coca-Cola Amatil Group.

“Edukasi masyarakat merupakan hal yang sangat penting dalam usaha kita untuk mengurangi sampah serta melindungi lingkungan. Bersama dengan The Coca-Cola Company, kami mendukung aspirasi “World Without Waste,” ungkap Alison Watkins.

Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto yang turut menghadiri rangkaian program Bali’s Big Eco Weekend 2018 menjelaskan bahwa salah satu dari 10 Prioritas Nasional dalam Making Indonesia 4.0 adalah mengakomodasi standar-standar keberlanjutan (sustainability). Airlangga Hartarto mengapresiasi Coca-Cola Amatil Indonesia sebagai salah satu industri minuman non-alkohol siap saji di Indonesia yang telah mendukung upaya pemerintah dalam menerapkan Industri 4.0 dan melindungi lingkungan. Kementerian Perindustrian mendukung konservasi lingkungan salah satunya melalui Kebijakan Industri Hijau yang telah dicantumkan di Undang-Undang Nomor 3 tahun 2015 dan dituangkan dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015 – 2035.

“Semoga dengan peresmian Learning Center TPST 3R Desa Adat Seminyak dan program Bali Beach Clean Up, Coca-Cola Amatil Indonesia dapat mendorong sektor swasta lainnya untuk berkontribusi secara optimal dalam meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi di Bali dan seluruh wilayah di Indonesia,” papar Airlangga. (din/rel)

Comments

Komentar