Beranda METRO Tidak Maksimal Layani Calhaj, Perusahaan Katering Akan Dicoret

Tidak Maksimal Layani Calhaj, Perusahaan Katering Akan Dicoret

BERBAGI
Menag, Lukman Hakim (tengah) melihat proses peracikan bumbu di dapur salah satu penyedia katering di kawasan Sharayya, Makkah, Senin (13/08) sore. (istimewa)
Menag, Lukman Hakim (tengah) melihat proses peracikan bumbu di dapur salah satu penyedia katering di kawasan Sharayya, Makkah, Senin (13/08) sore. (istimewa)

akses.co – Menteri Agama, Lukman Hakim menegaskan akan melakukan evaluasi dengan melibatkan petugas dan sejumlah perwakilan penyedia katering yang dikontrak secara menyeluruh dan akan mencoret perusahaan katering yang tidak menyajikan makanan untuk Jemaah Calon Haji (Calhaj) di Tanah Suci tepat waktu.

Lukman Hakim mengaku tidak akan mentolerir perusahaan katering yang wanprestasi. “Mereka yang tidak tepat waktu mendistribusikan makanan atau menyajikan sudah basi kita coret, dialihkan ke perusahaan lain,” paparnya seperti dilansir di laman www.kemenag.go.id, Selasa (14/08/2018).

Untuk memastikan layanan katering haji berjalan baik dan lancar, Lukman Hakim menambahkan bahwa pihaknya menempatkan petugas khusus untuk mencoba makanan secara acak.

“Para petugas ini mempunyai kemampuan dasar untuk menguji makanan itu basi atau tidak,” ungkapnya.

Bagaiamana pun, layanan katering merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan ibadah haji. Pemerintah memiliki tanggung jawab guna memastikan hidangan kepada seluruh Calhaj tetap berkualitas dan tidak terlambat.

“Kalau sampai terlambat, bagi jemaah implikasinya serius,” paparnya didampingi Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah, Nizar Ali dan jajaran eselon II Kemenag lainnya sembari mengecek langsung layana katering di Tanah Suci.

Atas dasar itulah, di musim haji tahun ini, Kementrian Agama semakin menegaskan untuk melarang para Calhaj memasak sembarangan di dalam kamar hotel. Karena, petugas haji telah menyediakan layana katering dengan baik.

“Jemaah tidak boleh sembarang memasak di dalam kamar, juga saat ini relatif tidak ada penjual makanan kaki lima seperti dulu karena memang dilarang Pemerintah Saudi,” pungkasnya. (rel)

Comments

Komentar