Beranda METRO Telkomsel Terancam Digugat Pelanggan

Telkomsel Terancam Digugat Pelanggan

BERBAGI
Ilustrasi Logo Telkomsel. (int)
Ilustrasi Logo Telkomsel. (int)

akses.co – Sejumlah pelanggan Telkomsel mengancam akan menggugat provider telekomunikasi tersebut karena semakin membuat tidak nyaman. Salah satu penyebab tidak nyamannya para pelanggan akibat kerap munculnya pesan singkat berupa promosi makanan, permainan, dan lainnya.

Tidak hanya itu, munculnya pesan singkat berupa promosi tersebut terkirim tanpa diminta. Hal ini secara tidak langsung menimbulkan pendapat di tengah masyarakat bahwa provider itu telah memberikan nomor pelanggan kepada pihak yang mempromosikan usahanya tanpa izin.

“Jelas ini membuat tidak nyaman. Pesan singkat tersebut muncul tanpa diminta. Tidak penting kali itu. Lagian pesan singkat berupa promosi itukan secara tidak langsung menunjukkan nomor kita disebarkan tanpa ada persetujuan atau izin. Ini sudah tidak benar,” ungkap Ardi Nasution, 33, warga Medan Tuntungan kepada akses.co (18/8/2017).

Dia berharap pengiriman pesan singkat promosi itu dihentikan. Sebab, hanya membuat tidak nyaman. Terutama saat berkendaraan. “Kami minta dihentikan, bukan tidak mungkin karena ketidaknyamanan itu, kami akan menggugat pihak Telkomsel. Seharusnya mereka membuat kenyamanan dan merahasiakan nomor pelanggannya guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan, Satria Dwi Putra,27. Pesan singkat berupa promosi yang diterimanya semakin parah. “Setiap saat masuk. Promonya juga itu -itu saja sejak beberapa bulan lalu. Inikan mengganggu,” ungkapnya.

Anehnya lagi, saat ini sudah masuk sms dari nomor telepon seluler untuk mengajak kencan dengan menekan nomor yang diberikan. Pesan singkat ini kalau tidak paham tujuannya promosi, bisa merusak hubungan rumah tangga orang.

“Promosi terkirim sekarang semakin aneh-aneh. Mengajak kencan. Bukan tidak mungkin gara-gara sms itu hubungan rumah tangga orang jadi rusak. Darimana nomor didapat kalau tidak ada yang memberikan secara massal. Sebab, itukan dikirim secara massal pesan singkat tersebut. Kami minta dihentikan. Kalau begini terus, mau tidak mau terpaksa dilaporkanlah,” tambahnya. (eza)

Comments

Komentar