Beranda METRO Tegakkan Keadilan, LSM Cadas Akan Gelar Aksi

Tegakkan Keadilan, LSM Cadas Akan Gelar Aksi

BERBAGI
Ilustrasi logo KPK.
Ilustrasi logo KPK.

akses.co – LSM Citra Damai Alam Semesta (Cadas) berencana akan melakukan aksi turun ke jalan, mendesak Kejatisu mengusut dugaan keterlibatan mantan pegawai PLN Pembangkit Sumatera Bagian Utara (KITSBU) inisial WS dan melaporkan masalah korupsi itu ke Komisi Persaingan Pelaku Usaha (KPPU) perwakilan Sumatera Utara dalam waktu dekat, agar dugaan praktik KKN ini tidak terjadi lagi di tubuh pemerintah maupun BUMN dan Indonesia terbebas dari korupsi.

LSM Cadas Indonesia menduga telah terjadi praktik Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) di kantor PLN KITSBU, sama seperti yang terjadi pada tahun 2012 lalu. Di mana pemenang pemborongan pekerjaan pengoperasian dan pemeliharaan gedung dan pertamanan sektor Pembangkitan Pandan dan sektor Pembangkitan Labuhan Angin PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Utara diduga melibatkan orang dalam.

“Pengadaan di PLN KITSBU itu terjadi tanggal 6 September 2017 dan pengumuman pemenang tanggal 17 Mei 2018. Nah, pada rentan waktu itu lah dugaan kolusi yang dilakukan mantan pegawai PLN KITSBU inisial WS ketika masih aktif. Sehingga membuka peluang memenangkan pelelangan PT DJ” ungkap Manajer Advokasi LSM Cadas Indonesia, Nanang Ardiansyah Lubis, Senin (30/07/2018).

Nanang menjelaskan sedikit peran WS dalam proyek pengadaan tersebut. WS yang sebelumnya menjabat Deputy Manajer Bidang Umum mengetahui sekaligus merancang rencana anggaran biaya (RAB) untuk proyek pengadaan tersebut. Setelah pensiun, WS bergabung dengan PT DJ dan ikut sebagai peserta pelelangan.

“Setelah keluar pengumuman, diketahui PT itu dinyatakan sebagai pemenang dengan nilai kontrak sebesar Rp.5.917.858.004,- per tahun. Kenapa bisa terjadi seperti itu? Ya karena WS memiliki peran yang cukup fatal dalam memenangkan tander ini. Kalau tidak KKN, apa namanya praktik ini?,” ucapnya mempertanyakan.

“Jadi kami menyimpulkan, WS semasa aktif membangun kolusi dengan PT DJ agar perusahaan ini memenangkan tander pelelangan atas pekerjaan dimaksud,” imbuhnya.

Diketahui, Pengadilan Negeri (PN) beberapa tahun lalu telah memvonis mantan General Manager PLN Pembangkit Sumatera Bagian Utara (KITSBU), Chris Leo Manggala, dengan hukuman 9 tahun penjara. Chris didakwa bersalah dalam proyek Life Time Extention (LTE) Major Overhouls Gas Turbine (GT) 2.1 dan GT 2.2 Pembangkit Listrik Tenaga Gas/Uap (PLTGU) Belawan tahun 2012 dengan dugaan kerugian negara Rp2,3 triliun. (din)

Comments

Komentar