Beranda METRO Syahnan Harus Dicopot

Syahnan Harus Dicopot

BERBAGI
Ketua Umum DPP Gerakan Mahasiswa Republik Indonesia Sumatera Utara, Muhammad Abdullah Sitorus berbincang dengan Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin dalam sebuah acara belum lama ini. (ist)
Ketua Umum DPP Gerakan Mahasiswa Republik Indonesia Sumatera Utara, Muhammad Abdullah Sitorus berbincang dengan Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin dalam sebuah acara belum lama ini. (ist)

akses.co – Ketua Umum DPP Gerakan Mahasiswa Republik Indonesia Sumatera Utara, Muhammad Abdullah Sitorus menegaskan, kondisi infrastruktur, terutama jalan yang menjadi akses utama ibu kota Sumatera Utara ini masih sangat memprihatinkan. Bahkan, bisa dikatakan terkesan jauh dari kata memadai, terutama dalam menunjang kesejahteraan masyarakat Kota Medan.

Sampai saat ini banyak keluhan warga yang disampaikan melalui media sosial, media massa, maupun lainnya belum terpenuhi secara maksimal. Kondisi ini menunjukkan kinerja Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan dibawah komando Khairul Syahnan Harahap tidak maksimal, bahka jauh dari kata memuaskan.

“Persoalan jalan dan drainase harus menjadi perhatian serius. Kenyataanya bagi Kadis Pekerjaan Umum Kota Medan, Khairul Syahnan Harahap tidak. Kinerjanya tidak. Wajar saja Pak Wali (Dzulmi Eldin) marah besar melihat pelaksanaan proyek saat ini,” ungkap Abdullah kepada akses.co, Sabtu (21/10/2017).

Parahnya lagi dinas tersebut tidak memiliki perencanaan yang matang dalam pembangunan. Mereka tidak bisa membedakan mana pekerjaan prioritas dan tidak. Ini dilihat pekerjaan perbaikan jalan yabg masih bagus dan kawasan inti kota lebih didahukukan daripada rusak parah atau di kawasan pinggiran. Ini menunjukkan Syahnan bekerja setengah hati. “Seharusnya anggaran sebesar Rp1 triliun yang dianggarkan dalam APBD Kota Medan 2017, 80% kondisi infrastruktur di Kota Medan sudah bagus. Faktanya tidak demikian. Hanya 40% sampai 50% jalan di Kota Medan bagus. Artinya masih jauh dari harapan dari Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin,” jelasnya.

Untuk itu dirinya menyarankan kepada wali kota untuk tidak sekadar marah, tapi tindakan lebih berupa pencopotan. Dzulmi Eldin bisa melakukan itu. Bahkan, harus agar tidak menghambat program Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Jadi, jangan sekadar marah, copot saja juga bisa. Daripada menghambat program Pemko Medan,” tambahnya. (eza)

Comments

Komentar