Beranda METRO Sholahuddin, Kafilah Asal Jatim Belajar Tafsir Melalui Youtube

Sholahuddin, Kafilah Asal Jatim Belajar Tafsir Melalui Youtube

BERBAGI
M.Sholahuddin Al Ayyubi.
M.Sholahuddin Al Ayyubi.

akses.co – Berbagai upaya dilakukan kafilah yang ikut di Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke –XXVII agar dapat menggungguli kafilah lainnya. Seperti yang dilakukan M.Sholahuddin Al Ayyubi. Kafilah yang berasal dari Jawa Timur ini merupakan peserta cabang 30 juz dan tafsir Bahasa Arab yang digelar di Asrama Haji Aula Quba. Dia berupaya keras untuk belajar tafsir salah satunya melalui youtube.

Terutama mendengarkan orang yang berceramah melalui youtube. Meski begitu kafilah kelahiran 12 Maret 1996 ini mendapat nilai bagus dengan score 183 oleh Dewan Hakim.

“Mendengarkan orang ceramah di youtube merupakan media untuk saya agar mengasah tafsir bahasa Arab saya. Sebab kendala saya di pondok pesantren jarang yang bisa berbahasa Arab sehingga untuk berkomunikasi saja saya cukup sulit dan saya lebih mendengarkan orang berceramah di youtube dari pada berbicara langsung,” katanya, Rabu (10/10).

Selain dari youtube, Ia juga dibimbing oleh pelatih namun jauh dari lokasinya harus menempuh dua jam menggunakan bus dan pelatihan dengan guru tersebut sebulan sekali selam 3 hari. “Setelah itu ya pulang dan belajar sendiri. begitu seterusnya,” ucap anak ke dua dari empat bersaudara ini yang baru setahun lalu menekuni Tafsir Bahasa Arab.

Saat ditanyakan apa saja yang dipertanyakan Dewan Hakim pada Sholahuddin, Ia mengatakan yang ditanya terkait dengan pembahasan tentang penyesalan orang kafir ketika datangnya hari kiamat.

Menurutnya memang ada beberapa yang memang belum Ia ketahui soal tafsir yang diberikan Dewan Hakim. Selebihnya sudah biasa ia pelajari. “Alhamdulillah bisa terjawab tadi,” ujarnya.

Anak dari Hj Mastufah dan H Usman Rohim ini sejaki usia kelas 1 Tsanawiyah sudah menghafal Al Quran. Pada tahun 2007 ini Ia menghafal dan selesai pada tahun 2010 akhir. “Saya dan kakak saya yang menjadi penghafal Al Quran. Perlombaan MTQ Nasional yang kedua kalinya bagi saya pertama kali di NTB tahun 2016 waktu itu ikut cabang 30 juz dan tidak tafsir. Alhamdulillah saat itu dapat peringkat 1,” kata santri Ponpes Mandrasatul Qur’an Tabirun Jombang ini.

Ia berharap besok bila terpilih dalam babak final bisa tampil secara maksimal. Ke depannya bisa lebih giat lagi belajar. (aks/mtqn)

Comments

Komentar