Beranda METRO Serang Polisi Pakai Pisau, Bandar Sabu Tewas Ditembak

Serang Polisi Pakai Pisau, Bandar Sabu Tewas Ditembak

BERBAGI
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho perlihatkan 2 kg sabu dalam kemasan plastik di RS Bhayangkara, Minggu (13/8). (ist)
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho perlihatkan 2 kg sabu dalam kemasan plastik di RS Bhayangkara, Minggu (13/8). (ist)

akses.co – ‎Unit Reskrim Polsekta Medan Timur menembak mati seorang bandar narkoba jenis sabu-sabu, Sabtu (12/8) malam. Bandar yang tewas ditembak mati bernama Aiyub.

Sedangkan dua rekannya bernama Ralli dan Tengku Natsir berhasil melarikan diri dalam penyergapan di Hotel Danau Toba Jalan Palang Merah.

Informasi yang diperoleh Minggu (13/8) menyebutkan awalnya polisi mendapatkan informasi bahwa ada seorang tersangka (Aiyub) hendak bertransaksi dengan seseorang di kos-kosan Jalan Beo, Perumnas Mandala Medan.

Berbekal info itu, petugas yang dipimpin oleh Kapolsekta Medan Timur Kompol Wilson Pasaribu melakukan pengintaian. Pengintaian berbuah hasil, petugas meringkus tersangka Aiyub yang membawa 1 kantong plastik berisi 2 kilogram sabu.

Penyelidikan belum berhenti. Dari hasil interogasi tersangka Aiyub didapati keterangan ada rekannya Ralli (kurir) dan Tengku Natsir (pemesan) berada di Hotel Danau Toba. Petugas kemudian memburu keduanya ke hotel tersebut dengan membawa tersangka Aiyub.

Namun saat itu, Aiyub mencoba menyerang petugas dengan pisau. ‎Tetapi petugas lebih sigap dan menembak Aiyub. Untuk mendapatkan perawatan medis, Aiyub dilarikan ke RS Bhayangkara. Sesampai di rumah sakit, Aiyub meninggal dunia lantaran peluru bersarang di dadanya.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho dalam keterangan persnya, Minggu (13/8) menyebutkan tersangka Aiyub merupakan warga Aceh tinggal di Bogor. Sebelum ditembak tersangka Aiyub mengaku sabu yang diedarkan adalah berasal dari Malaysia dan dibawa ke Medan.

“Awalnya sabu yang diterima Aiyub sebanyak 50 kg dan sudah diedarkan selama 3 bulan terakhir. Tersangka Aiyub juga sudah pernah transaksi dari hotel ke hotel. Untuk dua tersangka lainnya DPO,” tandas Sandi. (did)

Comments

Komentar