Beranda METRO Seleksi SMAN 1 Medan, Awalnya Lulus Lalu Nama pun Hilang

Seleksi SMAN 1 Medan, Awalnya Lulus Lalu Nama pun Hilang

BERBAGI
SMAN 1 Medan. (sindonews.com)
SMAN 1 Medan. (sindonews.com)

akses.co – Dugaan terjadinya kecurangan dalam penerimaan siswa baru di SMA Negeri 1 Medan mencuat. Dimana pihak sekolah melakukan pencoretan nama siswa yang masuk peringkat dan menggantikan dengan nama lain dengan alasan tidak masuk akal.

Sinta, salah satu orang tua siswa kepada akses.co, Selasa (25/7/2017) menjelaskan, anaknya telah dinyatakan lulus masuk ke sekolah tersebut. Bahkan, ketika diminta untuk testing masuk kelas olimpiade dan mengambil jurusan Fisika, anaknya juga lulus dan masuk peringkat ketujuh dari delapan siswa yang diminta. Namun, tiba –tiba nama anaknya dicoret dengan alasan lambat melapor.

“Anak saya masuk peringkat tujuh di kelas olimpiade. Karena lulus, anak saya menghubungi saya Jumat lalu, katanya pihak sekolah mengatakan ada pembayaran uang setiap bulannya Rp1 juta. Apakah kamu sanggup. Kemudian saya bilang kepada anak saya, sanggup. Pas, Senin semalam nama anak saya dicoret dengan alasan saya lambat melapor. Padahal saya langsung mengatakan sanggup. Suara gurunya pun masih saya dengar,” tegasnya.

Sinta kemudian menjelaskan, karena tidak puas atas keputusan itu, dirinya bersama suaminya pun kembali mendatangi pihak sekolah, Selasa (25/7/2017) untuk menjelaskan kenapa anaknya dicoret. Padahal secara kemampuan anaknya mampu, bukan melalui jalur belakang. “Saya bilang sama gurunya, anak saya masuk peringkat. Kenapa kalian coret. Apa alasan kalian. Siapa yang menimpa, berapa kalian terima. Awalnya cuma delapan diterima, ini sudah belasan. Kepala sekolahnya tidak berani jumpa. Jadi, ada empat yang dicurangi. Semua masuk peringkat,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Tampubolon, anaknya masuk peringkat kedua, namun nama anaknya dicoret dan digantikan dengan yang lain. Dirinya pun tidak puas atas kejadian ini. “Anak saya peringat kedua, tapi dicoret. Kan aneh, inikan sudah tidak benar. Ada apa ini. seleksi seperti apa yang dilakukan sampai hasilnya seperti ini,” ungkapnya dengan nada kesal.

Akibat protes yang dilakukan orang tua siswa dan akan memperpanjang persoalan ini, pihak sekolah yang awalnya tidak mau merubah keputusan sedikit melunak. Dengan catatan keempat siswa ini kemampuannya dipantau terus. Apabila, nilainya turun, maka langsung dikeluarkan sebagai alasan menutupi kesalahan mereka. Pihak sekolah sendiri tidak bisa dikonfirmasi terkait masalah ini. Begitu juga Kadis Pendidikan Sumut,Arsyad Lubis. Telepon selulernya tidak aktif. (eza)

Comments

Komentar