Beranda METRO Sekolah Harus Jadi Rumah Kedua Dan Titik Sentral Pembangunan Etika

Sekolah Harus Jadi Rumah Kedua Dan Titik Sentral Pembangunan Etika

BERBAGI
Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin saat melantik salah satu kepala sekolah di Gedung P4TK Jalan Setia Budi, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Senin (13/11/2017). (akses.co/istimewa)
Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin saat melantik salah satu kepala sekolah di Gedung P4TK Jalan Setia Budi, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Senin (13/11/2017). (akses.co/istimewa)

akses.co – Sebanyak 234 kepala sekolah maupun pengawas sekolah tingkat SD maupun SMP dilantik, Senin (13/11/2017). Pelantikan ini langsung dipimpin Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin di Gedung Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Jalan Setia Budi, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia.

Dzulmi Eldin berharap para kepala sekolah maupun pengawas sekolah yang dilantik diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan dirinya dalam upaya memajukan pendidikan di Kota Medan. Dari 234 orang yang dilantik tersebut, sebanyak 181 orang diantaranya merupakan kepala sekolah dasar, 27 orang kepala SMP dan sisanya 25 orang lagi adalah pengawas sekolah. “Pelantikan ini bukan karena faktor saudara maupun kedekatan, melainkan berdasarkan hasil kerja dan dedikasi yang telah dilakukan selama ini,” tegas Eldin.

Eldin juga mengingatkan, jabatan yang diamanahkan saat ini bukan untuk disandang sebagai lambang prestise, melainkan sebuah amanah yang akan selalu membawa tanggung jawab moril untuk dipertanggungjawabkan melalui loyalitas dan prestiase kerja yang harus ditunjukkan.

“Kepala sekolah maupun pengawas yang baru dilantik harus penuh inovasi, kaya akan gagasan serta bertindak cepat dan berpikir cerdas. Lalu bijaksana dalam mengambil keputusan, seimbang, bekerja ikhlas dan solutif untuk memecahkan setiap masalah yang dihadapi. Jalankah dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Sebab dirinya menginginkan sekolah menajdi rumah kedua sekaligus titik sentral pembangunan etika, moral, prestasi serta kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing dan kompeten. Dengan demikian sekolah yang dipimpin dapat berperan dalam pembangunan.

“Kepala sekolah jangan terjebak pada tujuan kuantitas pendidikan tetapi harus lebih pada kualitas. Artinya, jangan hanya menciptakan murid yang pintar tetapi lebih penting lagi dapat membangun karakter. Dengan siswa berkarakter, saya optimis ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan untuk kepentingan bangsa serta membangun kemandirian,” tambahnya. (eza)

Comments

Komentar