Beranda METRO Sebanyak 16 Pejabat Eselon III Berebut Tiga Jabatan Eselon II

Sebanyak 16 Pejabat Eselon III Berebut Tiga Jabatan Eselon II

BERBAGI
Kepala BKD dan Pengembangan SDM Kota Medan, Lahum Lubis. (akses.co/istimewa)
Kepala BKD dan Pengembangan SDM Kota Medan, Lahum Lubis. (akses.co/istimewa)

akses.co – Sebanyak 16 orang pejabat eselon III di lingkungan Pemko Medan mengikuti ujian seleksi atau lelang jabatan eselon II. Ada tiga jabatan eselon II yang diperebutkan ke-16 orang tersebut.

Ketiga jabatan yang diperebutkan, yakni, dua jabatan staf ahli wali kota dan satu lagi Dirur RSU Pirngadi Medan. Beberapa pejabat yang mengikuti seleksi antara lain, Kabag Hakda Setdako Medan, Rivai Nasution, Kabag Administrasi Perencanaan Program Setdako Medan, Ahmad Basyaruddin, Kabag Hukum Setdako Medan, Sulaiman Harahap, dan lainnya.

“Saat ini para peserta lelang jabatan sedang mengikuti ujian di USU. Setelah itu mereka juga mengikuti seleksi wawancara di Kantor Wali Kota Medan. Sampai saat ini hasilnya belum diketahui,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Medan, Lahum Lubis kepada wartawan, Rabu (8/11/2017).

Lahum juga membantah lelang jabatan ini hanya formalitas atau pemenangnya sudah ditentukan. Lahum mengakui, isu terkait hal itu sudah didengarnya dan berkembang. “Saya memang dengar itu. Katanya Kabag Hukum (Sulaiman Harahap) dan Bu Eka jadi staf ahli. Padahal Ibu Eka sendiri tidak ikut lelang jabatan. Jadi, isu itu tidak benar dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Saya juga tidak tahu darimana sumbernya,” tegasnya.

Dia menambahkan, keputusan pemenang lelang jabatan berdasarkan hasil seleksi yang dilakukan oleh tim seleksi. Tim seleksi akan menyerahkan hasil tersebut kepada Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin sebagai laporan. Kemudian wali kota membuat keputusan terkait pengangkatan staf ahli dan Dirut RSU Pirngadi. “Hasil seleksi tersebut nantinya diserahkan kepada Pak Wali sebagai laporan. Kemudian Pak Wali yang memutuskan,” tambahnya.

Sekadar memberitahukan ketiga jabatan tersebut dilelang karena pejabatnya saat ini memasuki masa pensiun dan terjadinya kekosongan jabatan. (eza)

Comments

Komentar