Beranda INSPIRASI Renovasi Besar Masjid Nurul Islam Digagas

Renovasi Besar Masjid Nurul Islam Digagas

BERBAGI
Masjid Nurul Islam, Jalan Seksama, Medan.
Masjid Nurul Islam, Jalan Seksama, Medan.

MEDAN, akses.co – Masjid Nurul Islam di Jalan HM Nawi Harahap (Seksama) Medan Denai, dinilai harus mengalami renovasi untuk menampung jamaah. Karena itu, pembangunan/renovasi besar digagas untuk menjawab kebutuhan umat di sekitar masjid yang pernah didatangi Ustadz Abdul Somad (UAS) ini.

“Jamaah yang semakin lama semakin bertambah, sehingga sekarang shaf ibu-ibu diambil 1 shaf untuk kaum bapak. Selanjutnya untuk memosisikan kiblat yang tepat. Untuk rencana pembangunan Masjid Nurul Islam akan dipindahkan ke depan tepatnya di posisi madrasah sekarang, dan madrasah akan dipindahkan disamping tepatnya di tempat air wudhu sekarang,” kata Ketua BKM Nurul Islam, Ikhwanul Fadlan, Rabu (20/2/2019).

Diterangkan, masjid ini dibangun pada 1958. Sejak itu, Masjid Nurul Islam telah digunakan oleh jamaah untuk melaksanakan ibadah, dan pada 1961-1962 Masjid Nurul Islam dilanjutkan pembangunannya. Sejak tahun 1962, Masjid Nurul Islam telah beberapa kali mengalami renovasi, perbaikan, penambahan dan pengembangan sampai sekarang berumur 60 tahun.

“Rencana renovasi dan pembangunan ini akan dilakukan sejalan dengan pembangunan Madrasah MDTA Nurul Islam. Dengan adanya rencana pembangunan Masjid Nurul Islam mempunyai harapan bersama yaitu, untuk meningkatkan ekonomi umat, sebagai tempat pendidikan dan berdakwah sehingga dapat membantu perekonomian umat dan pendidikan untuk generasi-generasi yang akan datang,” kata Ikhwanul.

Dalam rapat BKM Nurul Islam beberapa waktu lalu, pihaknya mendapatkan bimbingan dan arahan dari Al Ustadz H Hasbi Al Mawardi Lubis. Al Ustadz H Hasbi Al Mawardi memberikan motivasi kepada seluruh peserta rapat bahwa untuk melaksanakan pembangunan masjid ini perlu niat yang lurus, bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk mensukseskan pelaksanaan pembangunan.

“Dalam pelaksanaan pembangunan masjid ada tiga dasar yang menjadi dasar-dasar untuk dilakukannya pembangunan diantaranya, maslahat bahwa masjid tersebut sudah tidak memenuhi kapasitas lagi, tidak boleh mengubah nama masjid dan tidak menghilangkan wakaf jamaah yang telah berwakaf di Masjid Nurul Islam. Dalam penjelasan yang disampaikan oleh Ust H Hasbi Al Mawardi ada 14 kitab sebagai referensi,” katanya.

Pembina H Aguswan, SH dan Drs H Zulkarnain Lubis menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan pembangunan ini mendukung untuk dilaksanakannya pembangunan yang menjadi cita-cita dan idaman orang-orang tua kita terdahulu. “Alhamdulillah rencana ini terwujud di bawah kepemimpinan bapak Ikhwanul Fadlan,” kata Aguswan.

Sementara, tanggapan dari Perwakilan STM Kaum Bapak dan Kaum ibu juga menyatakan bahwa mendukung sepenuhnya untuk dilaksanakannya pembangunan/renovasi besar Masjid Nurul Islam diantaranya ITM Pengayoman, STM KMKS, STM Perwaju, STM Ikhlas, STM Sabil, STM Al Insyaf, Perwiritan Ibu Ubudiyah, Perwiritan Ibu Nurul Iman, Perwiritan Ibu Nurul Huda, Perwiritan Ibu Assakinah. Pada sebagian peserta rapat juga menyampaikan Ikrar untuk Infaq Pembangunan Masjid Nurul Islam baik berupa semen, batu bata, pasir dan uang.(rel/rih)

Comments

Komentar