Beranda METRO Reklame Ilegal Dibongkar bukan untuk Dirikan yang Baru

Reklame Ilegal Dibongkar bukan untuk Dirikan yang Baru

BERBAGI
Sejumlah papan reklame merek toko dan neon box yang berdiri di median jalan sepanjang Jalan Sisingamangaraja, Medan dibongkar Pemerintah Kota Medan, Senin (10/7/2017). (akses.co/eza)
Sejumlah papan reklame merek toko dan neon box yang berdiri di median jalan sepanjang Jalan Sisingamangaraja, Medan dibongkar Pemerintah Kota Medan, Senin (10/7/2017). (akses.co/eza)

akses.co – Sejumlah papan reklame merek toko dan neon box yang berdiri di median jalan sepanjang Jalan Sisingamangaraja, Medan dibongkar Pemerintah Kota Medan, Senin (10/7/2017).

Penertiban ini dipimpin langsung Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution. Beberapa Anggota Komisi D DPRD Medan seperti, Landen Marbun dan Ahmad Arif, terlihat turut dalam kegiatan itu.

“Ini merupakan lanjutan penertiban papan reklame yang tertunda. Tujuannya untuk memperbaiki estetika kota,” ungkap Akhyar.

Penertiban kali ini untuk menuntaskan pembongkaran papan reklame ilegal yang berdiri di sepanjang 13 ruas jalan bebas reklame dan di kawasan lainnya. “Insya Allah seluruh papan reklame liar maupun ilegal akan kami tertibkan seluruhnya. Di samping itu kami juga akan melakukan revisi peraturan terkait reklame,” jelasnya.

Akhyar kembali menyarankan kepada seluruh pemilik papan reklame bermasalah untuk membongkar sendiri sebelum dibongkar. “Pembongkaran ini tidak ada limitnya. Pokoknya semua yang bermasalah akan dibongkar sampai tuntas,” tegasnya.

Pihaknya tidak ada lagi mentolerir seluruh papan reklame ilegal maupun liar berdiri di Kota Medan. Apalagi pemberitahuan sudah disampaikan kepada masing-masing pemilik untuk membongkar sendiri. Penertiban kali ini juga dibagi dua gelombang, siang dan malam.

“Yang siang untuk ukuran kecil. Sedangkan malam hari untuk ukuran yang besar. Mengingat, kalau ukuran besar dilakukan malam hari tentunya menimbulkan kemacatan dan mengganggu arus lalu lintas. Kami pastikan tidak ada yang ditolerir. Sebab, kami sudah memberikan toleransi cukup lama. Semua dibongkar,” tambahnya.

Anggota Komisi D DPRD Medan, Ahmad Arif mengapresiasi pembongkaran ini. “Tapi saya berharap, pembongkaran ini bukan untuk reklame ilegal baru berdiri. Pemko Medan harus perkuat pengawasannya,” terang Arif. (eza)

Comments

Komentar