Beranda METRO Rampok Pelanggannya Wanita “Jadi-jadian” Ini Dibekuk

Rampok Pelanggannya Wanita “Jadi-jadian” Ini Dibekuk

BERBAGI
Wakasat Reskrim hadirkan dua wanita
Wakasat Reskrim hadirkan dua wanita "jadi-jadian" alias banci di Polrestabes Medan, Senin (29/10/2017). (ist)

akses.co – Wanita jadi-jadian alias banci bernama Rudi Pratama alias Kia Dita (30) dibekuk Sat Reskrim Polrestabes Medan karena merampok pelanggannya. Modusnya, Kia Dita mencari calon korbannya melalui media sosial wechat.

Aksi perampokan itu tak dilakukannya sendiri. Kia dibantu rekannya yang juga wanita jadi-jadian bernama Melan. Kini Kia dan Melan yang diketahui warga Jalan Darussalam, Lorong Turi II, Kecamatan Medan Baru mendekam di sel tahanan polisi.

Awal aksi perampokan itu bermula saat Kia menggunakan medsos wechat mencari korbannya pada Jumat (27/10/2017).

Singkat cerita, akhirnya Kia berkenalan dengan korban, Willy. Dari perkenalan itu, Kia mengaku seorang wanita. Willy yang terkena rayuan Kia mengajak untuk berkencan.

Setelah menyepakati tarif kencan sebesar Rp200 ribu, Kia menyuruh Willy agar datang ke kosnya Jalan Darussalam, Lorong Turi, Kecamatan Medan Baru. Tak lama kemudian Willy pun tiba di kos Kia dengan menggunakan sepeda motor. Dengan sambutan hangat Kia pun mempersilahkan Willy masuk ke kamarnya.

Satu jam lamanya, Kia dan Willy memadu kasih di dalam kamar. Kia memuaskan birahi Willy. Namun ketika giliran membayar, Willy pun berulah. Willy hanya membayar Rp20 ribu. Terang saja, Kia kesal lalu merampas handphone Willy sebagai jaminan agar bayaran yang awalnya disepakati segera diselesaikan tunai.

Willy tak terima dengan perlakuan Kia. Bahkan Willy menolak rekan Kia bernama Melan hingga terjatuh. Tak terima, Melan kembali menjadi seorang pria perkasa. Dengan sekali pukulan ke arah kepala, Willy langsung kabur dan meninggalkan kamar kos pekerja salon itu.

Saat itu juga Willy membuat laporan pengaduan ke Polrestabes Medan. Laporan Willy langsung direspon. Akhirnya Kia dan Melan berhasil ditangkap di kawasan Jalan Sunggal, Lorong Pendidikan, Kecamatan Medan Sunggal.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Febriansyah pada wartawan, Senin (30/10/2017) menyebutkan modus tersangka berpura-pura jadi wanita dan mencari calon korbannya lewat medsos Wechat.

“Modusnya pura-pura menjadi seorang wanita. Tersangka selama ini bekerja di salah satu salon. Begitu mendapatkan korban, tersangka mengajak korban ke kosnya lalu berkencan. Tetapi korban tak bisa membayar. Lalu muncul niat tersangka untuk merampok,” ujar Febriansyah didampingi Wakasat Reskrim Kompol Roni Bonic.

Kini Kia dan Melan dijerat Pasal 365 ayat 2 subs Pasal 368 KUHPidana dengan ancaman diatas 7 tahun penjara. (did)

Comments

Komentar