Beranda METRO Protes Tarif Air, Pria Ini Aksi Tumpang Mandi

Protes Tarif Air, Pria Ini Aksi Tumpang Mandi

BERBAGI
Inilah tampilan Saharuddin saat melakukan aksinya di Kantor Gubsu. (ist)
Inilah tampilan Saharuddin saat melakukan aksinya di Kantor Gubsu. (ist)

akses.co – Saharuddin, pria asal Belawan, melakukan aksi unik untuk memrotes kenaikan tarif air PDAM Tirtanadi, Sumut. Dia beraksi menumpang mandi, Senin (24/7/2017). Aksinya dimulai Pukul 10.00 WIB dari Kantor PDAM Tirtanadi, ke Kantor Gubsu dan Kantor DPRD Sumut.

“Cabut SK Gubsu No.188.44/723/KPTS/2016 Batalkan kenaikan tarif bayar PDAM Tirtanadi,” kata Saharuddin sambil menjalankan aksinya.

Di akun facebooknya, Saharuddin mengatakan, cerita dan berita Korupsi di PDAM tirtanadi cukup menjadi catatan bahwa Rapor Merah perusahaan plat merah tersebut membuat kita miris, mulai dari berita korupsi kredit fiktif, Kasus IPA Martubung, IPA Sunggal dan Lainnya. Begitupun dana penyertaan modal ke PDAM Tirtanadi tetap terus dikucurkan.

Kini selain tarif bayar listrik yang meninggi, terasa tarif bayar air PDAM juga ikutan meninggi, tapi ya sudahlah. “Sebagai warga sumut yang membutuhkan pasokan air bersih dari PDAM tirtanadi, hari ini saya hanya mau menumpang mandi mohon mau pakai air gratis dari kamar mandi milik direksi PDAM tirtanadi, Kamar mandi di/ruang Pak Gubsu dan kamar mandi di ruang Ketua DPRD Sumut,” katanya.

Dia berharap setelah aksi menumpang mandi ini tarif bayar air bisa turun sebagai mana mestinya. Dan pelayanan PDAM Tirtanadi makin membaik kepada pelanggan.

Aksi ini sebagai upaya agar Direksi lebih berempati pada pelanggan, penaikan tarif bayar air juga jangan sampai melanggar aturan dan peraturan seperti UU No.25 tentang Pelayanan Publik, Perda Provsu Nomor 10 Tahun 2009 dan Permendagri No 71 Tahun 2016 jo. Permendagri No 23 Tahun 2006.

“Hari ini saya sendiri yang melakukan aksi menumpang mandi. Mungkin besok lusa berbondong warga sumut akan melakukan protes yang sama jika pihak direksi dan pemerintah daerah tidak arif menyikapi keluhan pelanggan,” kata Saharuddin.

Aksi Saharuddin mendapat perhatian masyarakat. Aksinya memang tak sesuai rencana, karena dia dilarang petugas untuk mandi di ruangan direksi, Gubsu maupun ruangan Ketua DPRD. (rur)

Comments

Komentar