Beranda METRO Promosikan Destinasi Wisata, Dinas Pariwisata Gelar Medan Tourism Video Contest

Promosikan Destinasi Wisata, Dinas Pariwisata Gelar Medan Tourism Video Contest

BERBAGI
Kadis Pariwisata Kota Medan, Agus Suriono (tengah) menggelar konperensi pers di Istana Maimun, Kamis (10/05/2018). (akses.co/din)
Kadis Pariwisata Kota Medan, Agus Suriono (tengah) menggelar konperensi pers di Istana Maimun, Kamis (10/05/2018). (akses.co/din)

akses.co – Dinas Pariwisata menggelar kontes video pariwisata bertajuk Medan Tourism Video Contest 2018 yang dimulai sejak 10 Mei hingga 25 Juni 2018. Tujuannya sebagai sarana promosi wisata di Kota Medan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asing dan lokal ke Kota Medan.

Kadis Pariwisata Kota Medan, Agus Suriono mengungkapkan di era perkembangan teknologi, seluruh stakeholder, termasuk pemerintah wajib memanfaatkannya. Untuk menjawab tantangan itu, Dinas Pariwisata Kota Medan menggelar Medan Tourism Video Contest 2018 yang baru pertama kali digelar di Kota Medan.

“Untuk pengembangan industri pariwisata di Kota Medan, kami menggelar Medan Tourism Video Contest 2018, dengan mengeksplore sejumlah destinasi wisata di Kota Medan,” paparnya saat konperensi pers, membuka pendaftaran Medan Tourism Video Contest 2018 di Istana Maimun, Kamis (10/05/2018).

Agus menambahkan Kota Medan memiliki sejumlah destinasi wisata yang layak dieksplore diantaranya destinasi wisata heritage seperti Istana Maimun, Mesjid Raya Al Maksum, Rumah Tjong Afie dan lainnya.

Selain itu, Kota Medan juga memiliki destinasi wisata belanja dan wisata kuliner.

Yang tidak kalah menariknya, Agus menambahkan Kota Medan juga memiliki masyarakat yang multikultural. Diketahui, masyarakat Kota Medan memiliki 14 etnik besar yang terdiri dari 8 etnik asli dari Sumatera Utara dan sisanya berasal dari luar Sumatra Utara.

“Memang, Kota Medan sangat minim destinasi wisata alamnya. Tapi, kita memiliki sejumlah destinasi wisata lain yang layak dieksplore untuk mendatang wisatawan ke kota ini. Selain itu, Kota Medan memiliki masyarakat yang multikultural yang layak dieksplore,” ungkapnya.

Dengan adanya Medan Tourism Video Contest 2018 ini, Agus Suriono mengharapakan para peserta yang terdiri dari kalangan umum dan jurnalis dapat mengeksplore sejumlah destinasi wisata dan budaya masyarakat, melalui kreasi video yang menarik.

“Lalu, video itu diupload di YouTube agar bisa dilihat secara global. Hal inilah yang kami maksud dengan pemanfaatan kemajuan teknologi itu. Semakin banyak video yang diupload, semakin banyak promosi wisata yang bisa dilihat orang. Semoga ini dapat bermanfaat bagi pengembangan wisata di Kota Medan,” pungkasnya.

Panitia Medan Tourism Video Contest 2018, Indra Gunawan menjelaskan Dinas Pariwisata Kota Medan menyediakan total hadiah sebesar Rp 50 juta untuk pemenang kontes video tersebut.

Para peserta tidak dikutip bayaran untuk mengikuti Medan Tourism Video Contest 2018 tersebut.

“Formulir kontes video ini dapat diambil di Kantor Dinas Pariwisata Kota Medan, Jalan M Yamin di saat jam kerja. Peserta wajib mengisi surat pernyataan, bahwa karyanya hasil sendiri bukan duplikasi,” jelasnya.

Indra Gunawan menambahkan peserta boleh mengirimkan lebih dari satu video. Video yang dikirim diharapakan bisa merangkum sejumlah destinasi wisata di Kota Medan.

“Untuk kategori umum, durasi video mulai 90 sampai 150 detik dan videonya diupload di Youtube. Sedangkan untuk kategori jurnalis media online, tidak ada batasan durasi video hasil liputan yang berbentuk feature. Syarat lainnya bisa dilihat di formulir pendaftaran yang bisa diambil langsung di Kantor Dinas Pariwisata Kota Medan,” ungkapnya.

Pemenang Medan Tourism Video Contest 2018 akan diumumkan pada 03 Juli 2018 yang akan diumumkan di acara HUT Kota Medan 2018. (din)

Comments

Komentar