Beranda METRO PNKJ Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Berlalu Lintas

PNKJ Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Berlalu Lintas

Pekan Nasional Keselamatan Jalan (PNKJ) 2018 yang digelar di Kota Medan diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas

BERBAGI
PNKJ 2018
Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution melepas konvoi sepeda motor di acara PNKJ 2018 di PRSU, Jalan Gatot Subroto, Medan, Sabtu (15/12/2018). (akses.co/din)

akses.co– Pekan Nasional Keselamatan Jalan (PNKJ) Tahun 2018 di Kota Medan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Mengingat, angka kecelakaan di Indonesia, termasuk juga di Sumatra Utara cukup tinggi.

Berdasarkan data Korps Lalu Lintas (Korlantas) Kepolisian RI ( Polri), di Indonesia, setiap 1 jam dua orang meninggal dunia karena kecelakaan. Hingga Oktober 2018, sebanyak 94.314 kecelakaan yang telah terjadi. Akibatnya, sebanyak 25.661 orang meninggal dunia, 11.760 luka berat dan 113.141 luka ringan.

Sedangkan di Sumatera Utara, sebanyak 5614 kecelakaan lalu lintas yang telah terjadi di 2017. 2119 orang meninggal dunia akibat kecelakaan itu. 1706 orang mengalami luka berat dan 6043 orang luka ringan.

Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiadi mengungkapkan dari data angka kecelakaan di Indonesia itu, 72% kecelakaan itu terjadi oleh pengendara sepeda motor. Sisanya adalah mobil 15%, truk 8%, bus 2% dan lainnya 1%.

“Sepeda motor menempati posisi tertinggi,” paparnya saat dialog nasional di acara PNKJ tahun 2018 di pelataran parker Lotte Mart Wholesale, Jalan Gatot Subroto, Medan, Sabtu (15/12/2018).

Dialog nasional PNKJ 2018 bertemakan #sayangi nyawa anda, #kurangi kecepatan itu juga dihadiri oleh Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution.

Budi Setiadi menambahkan beberapa penyebab terjadinya kecelakan lalu lintas itu dikarenakan pengendara selalu mengedepankan egonya. Seperti mau cepat sampai ke tujuan, melawan arus, tidak memberikan tanda lampu sign dan lainnya.

“Pada umumnya, yang menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas itu karena pengendara tidak mematahui rambu-rambu lalu lintas,” ujarnya.

Menurut Budi Setiadi minimnya rasa toleransi untuk ingin mendahului pengendara lainnya di depan, bisa menyebabkan tabrakan sesama kenderaan. Jalan raya dianggap sebagai sarana untuk jadi pemenang ke tempat tujuan.

“Di jalan raya, ego kita semakin tinggi. Apalagi kalau distop petugas. Selalu melawan. Petugas tidak dianggap sebagai orang yang mendisiplkan. Padahal, petugas itu hukum yang berjalan, kenapa harus dilawan. Untuk itu, marilah kita menjaga keselamatan berkendara,” pungkasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Muhammad Zein Siregar mengungkapkan keselamatan berkendara menjadi tanggungjawab bersama. Pihaknya pun meminta kepada seluruh stakeholder untuk berperan aktif, mengurangi angka kecelakaan lalu lintas.

“Kegiatan Pekan Nasional Keselamatan Jalan 2018 diharapakan bisa meningkatkan kesadaran pengendara untuk mematuhi rambu lalu lintas. Sehingga, angka kecelakaan bisa diminimalisir,” paparnya.

PNKJ Digelar Pertama di Medan

Dalam laporannya, Ketua Panitia Pekan Nasional Keselamatan Jalan 2018, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat wilayah II Sumut, Sri Hardianto mengungkapkan  acara tersebut baru pertama kali digelar di Kota Medan, Sumut.

Pekan Nasional Keselamatan Jalan 2018 dimulai dengan acara konvoi sepeda motor yang diikuti langsung oleh Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiadi, aparat kepolisian, Dinas Perhubungan dan sejumlah komunitas sepeda motor. Konvoi sepeda motor itu dimulai dari Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke pelataran parkir Lotte Mart Wholesale, Jalan Gatot Subroto, Medan.

“Selain itu, ada juga acara safety riding, kegiatan Sadar Berlalu Lintas Sejak Dini atau Salud untuk anak TK, lomba mewarnai, pemberian helm secara simbolis, family gathering bersama komunitas otomotif dan ditutup dengan doorprize,” paparnya.

Sri Hardianto berharap acara tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keselamatan berlalu lintas. “Keselamatan berkendara menjadi tanggungjawab kita semua. Kalau bisa, angka kecelakaan kita kurangi menjadi zero accident,” paparnya. (din)

Comments

Komentar