Beranda METRO PHRI Ajak Organisasi Pariwisata Dukung Danau Toba

PHRI Ajak Organisasi Pariwisata Dukung Danau Toba

BERBAGI
Ketua PHRI Sumut Denny S Wardhana, Ketua BPP PHRI bidang Organisasi Maulana Yusran, dan pejabat lainnya berpose bersama usai pembukaan Rakerda PHRI Sumut.
Ketua PHRI Sumut Denny S Wardhana, Ketua BPP PHRI bidang Organisasi Maulana Yusran, dan pejabat lainnya berpose bersama usai pembukaan Rakerda PHRI Sumut.

akses.co – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) wilayah Sumut menggelar rapat kerja daerah yang ketiga di Grand Swisbel Hotel dengan mengajak semua organisasi kepariwisataan sama-sama berperan mendukung pembangunan Danau Toba.

Ketua BPP PHRI Sumut Bidang Organisasi Maulana Yusran, mengungkapkan hal itu saat memberi sambutan dalam Rakerda PHRI, Rabu (6/12/2017) yang akan berlangsung sampai Kamis (7/12/2017).

Hadir dalam pembukaan Rakerda PHRI Sumut tersebut Nauval Mahyar, staf ahli Gubernur Sumut mewakili Gubsu, Kadis Pariwisata Kota Medan Agus Suriyono, Ketua ICA (Indonesia Chef Association) Hasan Basri, Ketua Appara Hendra Kaban, Ketua Asita Sumut Solahuddin Nasution, Ketua ACE (Asosiasi Chief Engineer), Ketua IHGMA (Indonesian Hotel General Manager Association) Riswan Surbakti, tokoh senior Pariwisata Sumut Hendry Hutabarat, Ketua Panitia Rakerda Prana Sorta Hutabarat, Sekretaris PHRI Sumut Dewi Juita Purba, Direktur BODT (Badan Otorita Danau Toba) Ari Prasetyo dan undangan lainnya.

Maulana Yusran mengatakan saat ini Sumut menjadi sorotan nasional karena pemerintah berkomitmen membangun Danau Toba sebagai salah satu tujuan utama wisata dari 10 daerah yang diprioritaskan. “Saya mengajak semua organisasi untuk turut mensukseskan agenda pemerintah,” kata dia.

Maulana Yusran menyampaikan harapannya karena dalam Rakerda PHRI kemarin hadir juga hampir semua organisasi lain yang membidangi pariwisata. “Saya yakin kalau organisasi kompak kita bisa kembangkan Danau Toba. Sudah menjadi tujuan pemerintah untuk mengembangkan pariwisata Sumut berstandar internasional,” jelas Maulana Yusran.

Menurutnya, anggaran pemerintah untuk sektor pariwisata terus meningkat sehingga kontribusinya terhadap pendapatan nasional sudah berada di urutan kedua. “Devisa sektor Pariwisata sekarang sudah nomor dua. Seingat saya sekira Rp190 triliun. Itu karena para stakeholder bekerjasama mendorong kemajuan industri,” tuturnya.

Ketua PHRI Sumut Denny S Wardhana dalam kesempatan tersebut juga mengajak secara langsung organisasi yang hadir dalam Rakerda tersebut untuk bergandengan tangan. “Saya yakin untuk Danau Toba bisa kita kembangkan. Saya sudah beberapa kali juga bertemu dengan Badan Otorita Danau Toba. Intinya kita sepakat mengembangkannya,” kata dia.

Denny menyatakan semua organisasi yang membidangi pariwisata adalah mitra. “Kita Harus bergandengan. Tidak ada yang di depan dan di belakang. Kita samping-sampingan, berdampingan bahu-membahu mendorong usaha pariwisata,” jelasnya.

Sebab dia yakin sasaran kerja PHRI untuk promosi, advokasi dan sertifikasi para pekerja akan tercapai atas dorongan semua pihak. “Begitupun kami dari pelaku industri Pariwisata berharap kepada pemerintah daerah untuk memperbaiki kualitas infrastruktur di daerah-daerah. Termasuk nanti ke Danau Toba dan yang lain-lain,” tuturnya.

Maulana Yusran pun berpendapatan sama. menurutnya, pemerintah pusat dan daerah harus memperbaiki akses dan infrastruktur ke destinasi wisata. “Sumut sudah cukup maju dari infrastruktur bandara. Kualanamu sudah dilengkapi kereta api. Kemudian bandara Silangit sudah kategori internasional,” tuturnya.

Nauval Mahyar, staf ahli gubernur mewakili Gubsu, menyatakan Pemprovsu menyahuti keinginan pelaku industri pariwisata mendorong berkembangnya infrastruktur ke destinasi wisata. “Pemprovsu tahun depan akan membuka akses jalan tol dari Tebing Tinggi sampai Danau Toba. Itu sudah ada dalam roadmap pembangunan kawasan tersebut,” tuturnya.

Ketua Panitia Rakerda Sumut Prana Hutabarat mengatakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari adalah sharing session bersama Iwan Setiawan, motivator dan praktisi perhotelan, making bed and bed decoration piala walikota, barista competition piala walikota dan pameran hospitality industri hotel dan restoran. (rih/rel)

Comments

Komentar