Beranda METRO Pesantren Modern Nurul Hakim Gelar Dauroh Tahfiz Al Quran Tingkat ASEAN

Pesantren Modern Nurul Hakim Gelar Dauroh Tahfiz Al Quran Tingkat ASEAN

Pesantren Modern Nurul Hakim, Tembung, Deliserdang menggelar Pelatihan dan Dauroh Tahfiz Al Quran tingkat ASEAN yang diharapkan mampu mempercepat para santri menghafal Al Quran.

BERBAGI
tahfiz al quran
Pembukaan Pelatihan dan Dauroh Al Quran di Pesantren Modern Nurul hakim, Tembung, Deliserdang, Jumat (12/04/2019). (foto : din)

DELISERDANG, akses.co  – Pesantren Modern Nurul Hakim, Deli Serdang menggelar Pelatihan dan Dauroh Tahfiz Al Quran tingkat ASEAN. Puluhan santri dari Indonesia, Thailand dan Malaysia mengikuti acara tersebut yang digelar mulai 12 sampai 14 April 2019.

Ustadz Ahmad Jaaze Al Hafiz dari Kota Bandung, Jawa Barat dihadirkan sebagai pembimbing Dauroh Al Quran tersebut.

Ustadz Ahmad Jaaze Al Hafizh memberikan metode penghafalan Al Quran 10 menit per halaman. Metode yang ditulisnya sendiri itu diharapkan bisa membuat para santri cepat menghafal Al Aquran.

“Kita harapkan, peserta bisa menerapkan metode ini sehingga bisa menghafal beberapa halaman dengan maksimal,” jelasnya usai pembukaan Dauroh Al Quran di Pesantren Modern Nurul Hakim, Jalan M Yakub Lubis, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Jumat (12/04/2019).

Ustadz Ahmad Jaaze Al Hafiz menambahkan selain menerapkan metode hafal Al Quran 10 menit per halaman, juga akan diterapkan metode hafal Al Quran dengan cepat dan tidak mudah lupa. Mengingat, tidak sedikit orang yang bisa menghafal Al Quran, namun cepat juga lupa.

“Metode hafal Al Quran 10 menit per halaman dan metode hafal Al Quran dengan cepat dan tidak mudah lupa ini sesuai dengan isi buku yang saya tulis sendiri,” ujarnya.

Tahfiz Al Quran Jadi Tren di ASEAN

tahfiz al quran
Ustadz Abdul Sattar Megat Husin dari Malaysia saat membimbing para santri dari Thailan di acara Pelatihan dan Dauroh Tahfiz Al Quran di Pesantren Modern Nurul Hakim, Tembung, Deliserdang, Jumat (12/04/2019). (foto : akses.co/din)

Dalam beberapa tahun terakhir, tahfiz Al Quran menjadi tren di sejumlah negara di ASEAN. Ini menandakan kembalinya masa kebangkitan Islam di dunia.  Mengingat, di abad ke 15, Islam mampu menaklukkan sebagian wilayah di dunia, karena generasi mudanya banyak yang menghafal Al Quran.

Ustadz Ahmad Jaaze Al Hafizh mengungkapkan Islam pernah berjaya yang dibuktikan dengan sejumlah bangunan bersejarah Islam di Asia, Afrika dan bahkan Eropa.

“Ada sebuah studi dan penelitian yang dilakukan seorang tokoh terkait kenapa generasi Islam di zaman kejayaan Islam banyak yang pintar,” paparnya di sela-sela pembukaan acara Pelatihan dan Dauroh Al Quran tingkat ASEAN di Pesantren Modern Nurul, Jumat (12/04/2019).

Menurutnya, generasi Islam di zaman itu sudah banyak yang menghafal Al Quran dan hal itu menjadi kewajiban saat itu. Tidak heran bila, di zaman itu banyak anak-anak Islam yang sudah memiliki karya tulisan sendiri.

“Bandingkan dengan anak-anak Islam sekarang yang berusia 6 sampai 10 tahun, jauh banget perbedaannya,” ujarnya sebagai pembimbing Pelatihan dan Dauroh Tahfiz Al Quran di Pesantren Modern Nurul Hakim, Jalan M Yakub Lubis, Tembung, Deliserdang.

Ustadz Abdul Sattar Megat Husin dari Malaysia yang turut hadir di acara Pelatihan dan Dauroh Tahfiz Al Quran itu mengungkapkan tren menghafal Al Quran di Malaysia meningkat. Menurutnya, para santri antusias menghafal Al Quran karena mereka memiliki banyak pilihan metode menghafal Al Quran.

“Sama seperti di Indonesia, tren tahfiz Al Quran di Malaysia juga meningkat. Sudah banyak pesantren tahfiz Al Quran yang berdiri,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pesantren Modern Nurul Hakim, Windi Chaldun mengungkapkan program Pelatihan dan Dauroh Al Aquran diikuti oleh puluhan santri dari Indonesia dan Thailand. Selain menghadirkan Ustadz Ahmad Jaaze Al Hafiz, pihaknya juga menghadirkan Ustadz Abdul Sattar Megat Husin sebagai pembimbing di acara itu.

“Ada 28 santri dari Thailand ditambah dengan dua orang ustadz dan ustadzah dan puluhan santri dari Indonesia mengikuti acara ini,” paparnya didampingi Ketua Yayasan Nurul Hakim, Windi Chaldun dan Ketua Panitia Dauroh Tahfiz Al Quran, Dani Rivai Batubara.

Pelatihan dan Dauroh Tahfiz Al Quran itu digelar selama 3 hari, mulai 12 hingga 14 April. Dalam pelatihan itu, Ustadz Ahmad Jaaze Al Hafiz menerapkan metode tahfiz Al Quran 10 menit per halaman. Selain itu, Ustadz Ahmad Jaaze juga menerapkan metode menghafal Al Quran dengan cepat dan tidak mudah lupa. (din)

Comments

Komentar