Beranda METRO Penjurian Medan Tourism Video Contest Dilakukan Secara Profesional

Penjurian Medan Tourism Video Contest Dilakukan Secara Profesional

BERBAGI
Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, Agus Suriyono memberikan mandat penjurian kepada para juri di Garuda Plaza Hotel, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Minggu (1/07/2018). (akses.co/din)
Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, Agus Suriyono memberikan mandat penjurian kepada para juri di Garuda Plaza Hotel, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Minggu (1/07/2018). (akses.co/din)

akses.co – Penjurian Medan Tourism Video Contest yang digelar oleh Dinas Pariwisata Kota Medan bekerjasama dengan Anak Deli Organizer dinilai dari berbagai aspek secara profesional untuk mendapatkan hasil video yang terbaik. Diharapkan pemenang Medan Tourism Video Contest dapat menjadi sarana promosi wisata ke Kota Medan.

Sebanyak 33 video kategori umum dan 16 video yang mengikuti Medan Tourism Video Contest tersebut.

Untuk mendapatkan video terbaik, Dinas Pariwisata Kota Medan bekerjasama dengan sejarawan, budayawan, akademisi dan jurnalis senior diantaranya Dr Phil Ichwan Azhari selaku akademisi dan budayawan, CH Susilo Sakeh selaku Majelis Kesenian Kota Medan dan Budayawan, Dr Femmy Indriyani Dalimunthe selaku akademisi dan praktisi pariwisata, Onny Kresnawan selaku praktisi perfilman dan Syaiful Anwar Lubis selaku jurnalis televisi senior.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, Agus Suriyono mengungkapkan penjurian Medan Tourism Video Contest dinilai dari berbagai aspek diantaranya estetika video, kearifan lokal budaya, keberagaman agama, sejarah dan lainnya.

“Penjurian ini dilakukan secara profesional, sangat objektif dan berbagai aspek, salah satunya dari aspek keberagaman budaya dan agama di Kota Medan. Karena hal itulah menjadi nilai lebih Kota Medan,” paparnya saat membuka acara penjurian Medan Tourism Video Contest di ruang eksekutif, lantai dasar Garuda Plaza Hotel, Medan, Minggu (1/07/2018).

Agus Suriyono menambahkan sebagai promosi, video-video yang mengikuti Medan Tourism Video Contest tersebut harus menjadi daya tarik wisatawan, baik wisatawan asing dan lokal berkunjung ke Kota Medan. Karena tujuan digelarnya Medan Tourism Video Contest ini sebagai bagian dari sarana promosi pariwisata ke Kota Medan. Selain itu, kontes ini juga bagian dari peringatan HUT Kota Medan ke 428.

“Selain itu, juga untuk mendorong minat masyarakat Kota Medan terhadap dunia videografi. Video yang menang, nantinya akan dipublikasikan ke dalam dua bahasa, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris,” ungkapnya.

Sebagai rangkaian mengembangkan pariwisata, Agus Suriyono menyampaikan bahwa Dinas Pariwisata Kota Medan menggelar Medan Great Sale All Item di seluruh mal di Kota Medan, dengan memberikan diskon besar-besaran untuk seluruh akomodasi maupun daya dukung wisata, termasuk makanan dan barang belanjaan (shoping good), mulai 1 hingga 8 Juli 2018.

“Kami berharap ada masukan dari masyarakat untuk mendukung dunia kepariwisataan di Kota Medan. Karena, seluruh stake holder harus mendukung perkembangan pariwisata ini,” pungkasnya.

Dalam acara penjurian itu, dari 5 dewan juri, Dr Phil Ichwan Azhari dipilih sebagai ketua dewan juri dan Onny Kresnawan sebagai sekretarisnya.

Ketua Dewan Juri, Dr Phil Ichwan Azhari mengungkapkan secara visual, video bisa menjadi promosi wisata Kota Medan. Secara penjurian, Dr Phil Ichwan Azhari mengungkapkan untuk memaksimalkan promosi wisata, video yang diperlombakan harus memiliki aspek sejarah yang benar.

“Narasi sejarah di dalam video itu harus benar. Sehingga tidak menimbulkan kerancuan bagi yang menontonnya,” paparnya.

Dr Phil Ichwan Azhari mencontohkan sejarah Istana Maimun. Berdasarkan sejarah, Istana Maimun itu bukan dijadikan sebagai kediaman kesultanan, melainkan sebagai ruang pertemuan untuk menjamu tamu.

“Karena, kediaman kesultanan itu terdapat di belakang Yuki itu yang sudah terbakar. Selama ini, yang masyarakat tahu, Istana Maimun jadi kediaman kesultanan. Jadi, narasi sejarah itu jangan salah,” jelasnya.

Menurut Dr Phil Ichwan Azhari, sejarah Kota Medan menjadi aspek yang sangat penting terdapat dalam video yang diperlombakan dalam Medan Tourism Video Contest tersebut. Mengingat, sejarah Kota Medan menjadi hal yang layak dijual untuk mempromosikan pariwisata Kota Medan.

“Kalau cuma mengandalkan mal, di kota lain juga banyak. Makanya, sejarah Kota Medan ini harus diangkat. Karena nilai jual sejarah Kota Medan sangat layak untuk dipromosikan untuk memperbanyak jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Medan,” paparnya.

Selain itu, aspek lain Medan Tourism Video Content yang terbagi dalam dua kategori, umum dan jurnalis itu adalah aspek estetika, konten dan kode etik jurnalisti.

Diketahui, Medan Tourism Video Contest diikuti oleh 33 video kategori umum diantaranya dan 16 video kategori jurnalistik diantaranya dari TV One, Efarina TV, DAAI TV dan Toba TV.

Pemenang Medan Tourism Video Contest akan diumumkan di Hotel Santika, Medan, Selasa (3/07/2018) pukul 13.00 WIB. Dinas Pariwisata Kota Medan menyediakan hadiah berupa juara I sebesar Rp 12 juta, juara II Rp 8 juta dan juara III Rp 5 juta untuk masing-masing kategori. Total hadiah Rp 50 juta. (din)

Comments

Komentar