Beranda METRO Penertiban PKL Pasar Petisah Diwarnai Ricuh

Penertiban PKL Pasar Petisah Diwarnai Ricuh

BERBAGI

akses.co – Satpol PP Kota Medan menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di seputaran Pasar Petisah, Kamis (2/11/2017). Penertiban ini sebagai upaya menjadikan Pasar Petisah ikon belanja di Kota Medan.

Selain itu, keberadaan mereka merusak estetika kota dan juga menjadi salah satu pemicu terjadinya kemacatan di kawasan tersebut. Penertiban tersebut langsung dipimpin Kasatpol PP Kota Medan, Muhammad Sofyan.

Penertiban tersebut awalnya berjalan lancar. Namun, di tengah penertiban berlangsung, tiba – tiba seorang pria berambut cepak mengenakan sweter berlogo salah satu lambang aparat keamanan berupaya menghalangi penertiban. Mereka meminta personil Satpol PP yang dibantu aparat kepolisian, TNI dan aparat kecamatan menghentikan penertiban. Selain itu, dirinya meminta personil segera menurunkan besi – besi dan sarana lainnya yang digunakan pedagang menggelar dagangannya. Namun, tidak juga digubris oleh tim penertiban.

Akibat tidak diindahkan, pria ini semakin arogan dan menurunkan sendiri. Tidak lama kemudian, salah seorang aparat dari TNI mendatangi pria tersebut dan meminta menghentikan aksinya. Namun, pria tersebut semakin arogan dan memaki maki. Karena semakin menjadi – jadi, Camat Medan Petisah, Parlindungan Nasution menanyakan darimana dan apa kepetingannya.

“Apa kepentingannya dan darimana. Kalau salah satu personil TNI mana KTA (Kartu Tanda Anggota),” tanya Parlindungan. Pria itu menjawab dirinya bukan personil aparat keamanan. Parlindungan pun kembali bertanya, “Kalau bukan aparat keamanan, kenapa pakai sweter yang ada logo aparat keamanan,” tanya Parlindungan lagi. Pria tersebut menjawab kalau sweter itu bukan miliknya, tapi abangnya.

Begitu mendengar jawaban tersebut, emosi Personil Satpol PP langsung memuncak dan segera mengerebungi pria tersebut. Sofyan pun langsung merespon aksi anggotanya dengan meminta tidak berbuat arogan. “Mundur. Jangan bertindak anarkis,” ungkapnya. Pria tersebut kemudian diperintahkan untuk segera pergi meninggalkan lokasi.

Dalam penertiban tersebut, personil Satpol PP yang dibantu aparat kepolisian, TNI, aparat kecamatan mengakut sejumlah sarana yang selama ini dijadikan mendukung dalam menggelar lapak dagangan. Meskipun sudah diberikan surat pengosongan tempat, tapi masih ada pedagang yang membiarkan lapak jualannya di bahu dan badan jalan. Begitu ditertibkan, kawasan tersebut bersih dari lapak PKL. “PKL tidak boleh lagi berjualan disini. Apalagi sudah disepakati Pasar Petisah ini sebagai ikon belanja di Kota Medan,” pungkas Sofyan. (eza)

Comments

Komentar