Beranda METRO Pendapatan Minim, Rencana Pembentukan Pansus PAD Semakin Kuat

Pendapatan Minim, Rencana Pembentukan Pansus PAD Semakin Kuat

BERBAGI
Sekretaris Fraksi PPP, Irsal Fikri di ruang kerjanya, lantai 5 gedung DPRD Kota Medan, Rabu (26/7/2017). (akses.co/din)
Sekretaris Fraksi PPP, Irsal Fikri di ruang kerjanya, lantai 5 gedung DPRD Kota Medan, Rabu (26/7/2017). (akses.co/din)

akses.co – Rencana pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan semakin kuat. Soalnya, kebocoran PAD Kota Medan dinilai masih sangat besar.

PAD Kota Medan diprediksi bisa meningkat 20% dari total target PAD Kota Medan 2017, sebesar Rp 1,33 trilyun.

Sekretaris Fraksi PPP DPRD Kota Medan, Irsal Fikri mengungkapkan beberapa potensi PAD Kota Medan yang belum digarap dengan maksimal diantaranya dari retribusi parkir, pajak restoran, pajak reklame, Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan lainnya.

“Atas dasar itulah sejumlah anggota DPRD Kota Medan berencana membentuk Pansus PAD dan rencana pembentukan Pansus PAD itu semakin kuat. Dari Fraksi PPP sendiri sudah sangat kuat untuk mendukung pembentukan Pansus PAD itu,” ungkap Irsal di ruang kerjanya, lantai 5 gedung DPRD Kota Medan, Rabu (26/7/2017).

Irsal Fikri menambahkan tujuan dibentuknya Pansus PAD itu untuk menggali berbagai potensi PAD yang bisa didapat oleh Pemko Medan. Soalnya, Irsal Fikri menilai masih banyak kebocoran PAD Kota Medan.

Untuk meminimalisir kebocoran PAD Kota Medan tersebut, Irsal menambahkan wajib pajak diharuskan menggunakan mesin kasir yang bisa diakses oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan, agar tidak ada celah bagi wajib pajak untuk mengurangi setoran pajaknya.

“Saya pernah makan di restoran besar, tapi mereka tidak punya mesin kasir. Mereka menghitungnya cuma pakai kalkulator dan tidak punya bon. Jadi, bagaimana bisa Pemko menghitung besaran pajak yang harus disetor oleh restoran itu,” ujarnya.

Selain dari pajak restoran, Irsal Fikri menambahkan potensi PAD yang belum digali maksimal dari retribusi dan pajak parkir. “Sampai sekarang masih banyak tukang parkir yang tidak memiliki karcis parkir. Disitulah ada potensi permainan setoran uang parkir dan menyebabkan minimnya PAD kita dari sektor parkir,” pungkasnya.

Inisiator pembentukan Pansus Peningkatan PAD, Ilhamsyah mengungkapkan kendati potensi PAD besar, namun tidak sejalan dengan target PAD yang tidak terlalu signifikan. Menurutnya, peningkatan PAD Kota Medan dari tahun ketahunnya hanya dikisaran Rp 1triliunan. Seperti PAD Kota Medan tahun 2016 hanya mencapai Rp 1,22 triliun sedangkan di tahun 2017 hanya Rp 1,33 triliun.

Minimnya perolehan PAD Kota Medan itu sangat disayangkan oleh sejumlah anggota DPRD Kota Medan.

“Dari capaian PAD Kota Medan dari tahun ke tahunnya tidak mengalami perubahan yang signifikan bahkan dinilai stagnan. Untuk itulah kami memandang perlu adanya pembentukan Pansus peningkatan PAD itu,” ungkapnya. (din)

Comments

Komentar