Beranda METRO Pemenang Tender Pasar Kampung Lalang Diancam Pinalti

Pemenang Tender Pasar Kampung Lalang Diancam Pinalti

BERBAGI
Ilustrasi. (int)
Ilustrasi. (int)

akses.co – Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKP2R) Kota Medan Samporno Pohan akan memberikan penalti kepada PT Budi Mangun KSO selaku kontraktor pemenang tender proyek revitalisasi Pasar Kampung Lalang, Jl. Klambir V Medan Sunggal. Sebab sesuai kesepakatan kontrak, pembangunan harus sudah selesai dalam 180 hari kerja. “Sudah ada (kesepakatan) kontrak, 180 hari kerja. Kalau lewat akan kena penalti,” tegas Samporno, Kamis (17/8/2017).

Pihaknya memastikan dalam waktu dekat pengerjaan proyek sebesar Rp26 miliar tersebut akan dimulai. Sebab sejauh ini alat berat dan material sudah ada di areal proyek. “Mereka sudah pasang koordinat dan tiang-tiang di sana. Alat berat pun sudah masuk. Tinggal mulai saja,” katanya.

Pihaknya pun menarget, realisasi pembangunan proyek yang sudah bolak-balik tertunda tersebut akan rampung pada tahun ini juga. Apalagi mengingat sudah tidak ada persoalan mendasar mengenai kontrak pengerjaan proyek revitalisasi Pasar Kampung Lalang. “Kan sudah teken kontrak. Mereka wajib selesaikan itu sesuai waktu yang ditentukan,” katanya.

Menurut dia sekarang ini pihak kontraktor sedang dalam persiapan memulai pekerjaan. “Sudah dikoordinat semua. Tinggal mulai pembangunan saja. Tahun ini juga harus selesai,” pungkasnya.

Diketahui, pengerjaan proyek revitalisasi Pasar Kampung Lalang belum juga dilakukan. Padahal, sejak dua minggu Dirut PD Pasar Medan Rusdi Sinuraya sudah berjanji bahwa pelaksanaan pembangunan segera terlaksana, usai meninjau pasar tersebut bersama Ketua Komisi C DPRD Medan Boydo HK Panjaitan.

Amatan wartawan pada Rabu (16/8), baru terlihat pemasangan kayu-kayu ditiap sudut dan benang yang dililit, di areal pasar yang berlokasi di Jalan Klambir V, Medan Sunggal itu. Sedangkan material lain seperti pasir, semen dan batu bata belum ada tampak. Pondasi pembangunan sama sekali belum terlihat di sana, meski alat berat sudah ada.

Belum mulai pengerjaan fisik proyek tersebut juga dibenarkan seorang pedagang, bernama E Pinem. Saat dikonfirmasi ia mengaku heran dengan Pemko Medan yang tak kunjung membangun Pasar Kampung Lalang. “Alat berat memang sudah masuk, tapi belum ada yang dibangun sama orang itu. Capek juga kami asyik dijanjikan saja,” Red),” katanya.

Harusnya, ungkap dia, Pemko Medan melalui instansi terkait punya hati nurani melihat kondisi pedagang. Sebab sudah enam bulan pedagang tidak memiliki kios tetap, paskapengosongan pasar pada Maret 2017. “Yang kami tahu urusan kami dengan PD Pasar. Mau siapa yang membangun terserah. Karena sejak awal mereka (PD Pasar) yang ingin kami pindah. Tapi nyatanya apa?” kesal wanita yang sudah puluhan tahun berdagang di Pasar Kampung Lalang.

Dirut PD Pasar Medan Rusdi Sinuraya, mengaku konstruksi alat berat sudah masuk di areal proyek. Oleh karenanya pihaknya berkeyakinan bahwa pengerjaan segera dilakukan dalam waktu dekat. “Itu sudah mulai sebenarnya. Sudah masuk pancang dan alat berat. Dalam dua atau tiga hari ini pengerjaan mulai dilaksanakan,” katanya.

Pihaknya mengaku soal pembangunan merupakan domain Dinas PKP2R Kota Medan, melalui pemenang tender yang sudah ditentukan sebelumnya. Ia pun meminta seluruh pedagang bersabar menanti realisasi pembangunan pasar tradisional tersebut. “Berulang kali saya sampaikan, bahwa revitalisasi ini adalah obat bagi pedagang. Diawalnya pahit namun akhirnya manis,” kata Rusdi. (eza)

Comments

Komentar