Beranda METRO Pembebasan Lahan Tol Medan – Binjai belum juga Tuntas

Pembebasan Lahan Tol Medan – Binjai belum juga Tuntas

BERBAGI
Wagubsu memerhatikan Staf Ahli Gubsu Binsar Situmorang yang tengah menunjukkan peralatan pendukung tol Medan - Binjai. (ist)
Wagubsu memerhatikan Staf Ahli Gubsu Binsar Situmorang yang tengah menunjukkan peralatan pendukung tol Medan - Binjai. (ist)

akses.co – Pembangunan jalan Tol Medan-Binjai masih menyisakan masalah. Pasalnya ruas Tanjung Mulia – Helvetia (Seksi 1) menunggu proses pembebasan lahan yang ditargetkan selesai pada Oktober 2017. Masih ada 378 kepala keluarga ditambah 9 persil lagi yang belum mau menerima ganti rugi.

Sementara dalam bulan ini, pemerintah mengklaim, ruas Helvetia – Sei Semayang (Seksi 2) dan Sei Semayang – Binjai (Seksi 3) bisa dioperasionalkan secara komersil. Hal ini terungkap saat Wagubsu, Dr. Nurhajizah Marpaung melakukan peninjauan langsung jalan tol Medan-Binjai, Rabu (6/9/2017).

Hadir dalam peninjauan itu Staf Ahli Gubsu, Binsar Situmorang,, Kepala Divisi Pengembangan Jalan Tol PT Hutama Karya, Rizal Sutjipto serta tim dari PT Hutama Karya dan Kanwil BPN Sumut.

“Kita berterima kasih kepada pemerintah pusat yang telah mempercayakan kepada PT Hutama Karya untuk membuat jalan tol Medan- Binjai. Meski saat ini belum selesai semuanya, tapi kita optimis ini akan selesai cepat,” ujar Nurhajizah.

Nurhajizah juga mengimbau kepada masyarakat yang selama ini masih belum bersedia diganti rugi lahannya untuk wilayah seksi 1 dan seksi 2, diharapkan bisa bersedia menerima proses ganti rugi. Sebab, menurutnya pembangunan jalan tol ini bukan untuk kepentingan siapa-siapa, melainkan untuk kepentingan masyarakat Sumut.

“Makanya mari kita imbau bersama, semoga saudara kita yang belum membuka hati untuk memberikan lahannya. Kita imbau bersama supaya masyarakat mau merelakan tanahnya dan menerima pergantian uang yang kita berikan. Daripada konsinyasi di pengadilan, lebih baik menerima ganti rugi. Sebab, untuk yang di seksi II Sei Semayang ini tinggal 9 persil lagi yang belum, yang lainnya kan sudah selesai semua,” ujar Nurhajizah.

Peninjauan jalan tol dimulai dari memasuki gerbang jalan tol Medan-Helvetia, menuju gerbang jalan tol Medan-Sei Semayang. Setelah melintasi gerbang jalan tol Sei-Semayang, Wagubsu langsung meninjau lahan masyarakat yang masih terdapat 9 persil lagi yang belum dapat dibebaskan di wilayah tersebut. Kemudian peninjauan dilakukan menuju gerbang tol Binjai (Megawati). Di gerbang tol Megawati ini, Wagubsu dan rombongan melihat kantor tol Megawati dan meninjau proses pemantauan jalan tol dari layar monitor dan pemantauan gerbang tol sekaligus melihat kesiapan mobil derek gratis.

Kepala Divisi Pengembangan Jalan Tol PT Hutama Karya, Rizal Sutjipto mengatakan, pembangunan jalan tol Medan-Binjai ini sudah dimulai sejak ground breaking dilakukan pada April 2015 lalu.

Diakui Rizal, prosesnya memang mengalami kendala karena lambatnya proses pembebasan lahan. Terutama untuk pembebasan lahan seksi 1 Tanjung Mulia-Helvetia, karena masih terdapat sebanyak 378 KK lagi yang belum dibebaskan. Sementara untuk seksi 2 Helvetia-Sei Semayang masih terdapat 9 persil yang belum dibebaskan, sementara untuk seksi 3 sudah selesai pembangunan.

“Intinya kita berharap untuk pembebasan lahan ini ada win-win solution. Artinya, tidak ada yang dirugikan dan jangan merugikan. Untuk seksi 1 ini masih banyak yang belum dibebaskan ada 378 KK lagi, kalau yang di Sei Semayang, ada 9 persil lagi tapi itu sudah masuk proses konsinyasi dan tinggal menunggu keputusan pengadilan. Untuk seksi 2 dan seksi 3 kami rencanakan bulan ini mau kami resmikan dan dioperasionalkan,” ujar Rizal.

Dikatakan Rizal, kalau proses pembebasan lahan pada seksi 1 dapat selesai pada bulan Oktober 2017 ini, maka ditargetkannya Juni 2018, keseluruhan jalan tol Medan-Binjai sudah dapat dioperasionalkan. “Kalau pembebasan lahan bisa selesai Oktober ini, kita targetkan Juni tahun depan keseluruhannya sudah bisa dioperasionalkan,” terang Rizal.

Sementara itu, staf ahli Gubsu bidang ekonomi, keuangan, pembangunan, aset dan Sumber Daya Alam (SDA), Binsar Situmorang mengatakan, untuk seksi 2 dan seksi 3 yang akan dioperasionalkan pada bulan Agustus ini tinggal menunggu proses audit kelayakan operasional jalan tol.

Diketahui, pembangunan jalan tol Medan Binjai untuk seksi 1, Tanjung Mulia- Helvetia dilakukan dengan panjang 6.071 Km dengan kebutuhan lahan 36,66 hektar. Untuk seksi 2 Helvetia- Sei Semayang panjang 9,051 Km dengan kebutuhan lahan 46,36 ha. Selanjutnya untuk seksi 3, Sei Semayang-Binjai dengan panjang 10.319 Km dengan kebutuhan lahan 61,04 ha. Secara keseluruhan panjang luas lahan yang harus dibebaskan 25,441 Ha dengan kebutuhan lahan 144,06 ha. Pembangunan ini jalan tol ini secara keseluruhan membutuhkan dana sekitar Rp1,1 triliun. (rur)

Comments

Komentar