Beranda METRO Pembangunan Fisik Harus Diikuti Pembangunan Peradaban

Pembangunan Fisik Harus Diikuti Pembangunan Peradaban

BERBAGI
Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution ketika menghadiri jamuan makan malamdengan peserta International Conference Friendly City 2017 di Grand Aston Hotel Medan, Rabu (12/10/2017). (ist)
Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution ketika menghadiri jamuan makan malamdengan peserta International Conference Friendly City 2017 di Grand Aston Hotel Medan, Rabu (12/10/2017). (ist)

akses.co – Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution menegaskan, dalam membangun sebuah kota tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan fisik semata. Harus diikuti dengan pembangunan peradaban masyarakatnya.

Apabila tidak diikuti pembangunan peradaban masyarakat, maka bisa dipastikan pembangunan fisik yang tengah dilakukan akan menjadi sia-sia. Hal ini disampaikan Akhyar saat acara jamuan makan malam dengan peserta International Conference Friendly City 2017 di Grand Aston Hotel Medan, Rabu (11/10/2017).

Pendapat tersebut disampaikannya hasil pengamatannya selama 1tahun 8 bulan dipercaya menjadi wakil wali kota. Dimana, dirinya banyak berkeliling memantau perkembangan dan pembangunan kota. “Pembangunan fisik harus diikuti dengan pembangunan peradaban masyarakatnya. Jika itu tidak dilakukan, maka hasil pembangunan fisik yang telah selesai dibangun tak akan bertahan lama karena masyarakat kurang peduli,” kata Akhyar.

Sebagai ilustrasi, Akhyar mengatakan pembangunan infrastruktur, baik jalan dan drainase yang tengah dilakukan Pemko Medan saat ini menyebabkan terjadinya traffic crowded . Kondisi ini terjadi tidak terlepas akibat banyaknya badan jalan yang diovukasi para pedagang untuk lapak berjualan maupun juru parkir sebagai lahan parkir.

“Semua merasa berhak atas badan jalan sehingga menggunakan sesukanya. Padahal kita ketahui bersama bahwasannya badan jalan merupakan fasilitas umum. Padahal keberadaan fasilitas umum ini untuk kepentingan masyarakat umum, bukan untuk segelintir orang,” ungkapnya.

Kemudian mantan anggota DPRD Medan itu mencontohkan pembetonan jalan. Meski kondisi coran jalan belum kering namun ada juga masyarakat yang tidak peduli dan menerobosnya meski sudah dibuat larangan melintasi sehingga jalan yang baru selesai itu pun rusak. “Intinya pembangunan peradaban masyarakat sangat penting dilakukan, ” tegasnya. (eza)

Comments

Komentar