Beranda METRO Pelayanan RSU Pirngadi Tidak Beres

Pelayanan RSU Pirngadi Tidak Beres

BERBAGI
Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin melihat kondisi pasien saat sidak di RSU Pirngadi, Selasa (2/2/2017). (akses.co/istimewa)
Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin melihat kondisi pasien saat sidak di RSU Pirngadi, Selasa (2/2/2017). (akses.co/istimewa)

akses.co – Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin melakukan sidak ke sejumlah kantor organisasi perangkat daerah lingkungan Pemko Medan di hari pertama masuk kerja pasca libur tahun baru, Selasa (2/2/2017). Kantor yang didatangi merupakan yang melakukan pelayanan publik.

Seperti RSU Pirngadi, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kantor Camat Petisah, Kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Selain melihat pelayanan di sana, sidak tersebut untuk melihat kehadiran pegawai.

Dalam sidak tersebut orang nomor satu di Pemko Medan tersebut mendapatkan banyak masukan. Seperti yang diungkapkan Budi Hartono, 45, salah satu pasien RSU Pirngadi Medan yang menderita kanker hati. Dirinya kurang mendapatkan pelayanan maksimal. Menurut Anum, 38, adik kandung pasien menuturkan kepada Eldin, abangnya sudah dua minggu dirawat namun kondisi kesehatannya justru semakin memburuk dan acapkali menjerit kesakitan.

“Tologlah dibantu abang kami, Pak Wali. Sudah dua minggu dirawat disini tapigak ada perubahan. Selama dirawat jarang diperiksa dokter, hanya perawat saja. Kami nggak tega lagi melihat kondisinya. Perut abang kami semakin membengkak, sering kali bang kami menjerit kesakitan,” ungkapnya diselingi isak tangis.

“Dokter jarang masuk Pak Wali. Kalau beginin terus, kami takut sesuatu terjadi dengan abang kami. Sudah beberapa kali kami minta agar pihak rumah sakit (RSUD) Dr Pirngadi) agar merujuk abang kami ke RSUD H Adam Malik, tapi sampai saat ini tidak juga dirujuk,” ungkapnya lagi. Yang membuat kondisi kesehatan abangnya semakin droup lagi, setelah pihak dokter memberitahukan hasil pemeriksaan yang dilakukan.

“Dokter langsung mengatakan kepada abang kami kalau dia kena kanker hati. Setelah mendengar ucapan dokter itu, kondisi kesehatan abang kami semakin menurun. Jadi tolonglah bantu kami, Pak Wali,” ungkap wanita yang mengaku tinggal di Paluh Kuro, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang.

Wajah Eldin sontak memerah dan langsung menanyakan kebenaran pengaduan keluarga pasien kepada Dirut RSUD Dr Pirngadi Suryadi Panjaitan yang ikut mendampingi saat peninjauan berlangsung. Namun menurut Suryadi, pihaknya sudah memberikan pelayanan, sedangkan dokter tidak memeriksa karena kebetulan hari libur.

Tidak puas mendengar jawaban Suryadi, Eldin kemudian menanyakan siapa dokter yang bertanggung jawab di ruang tersebut. Namun dokter yang dicari tidak berada di tempat, Eldin pun tampak marah. “Segera jatuhkan sanksi kepadanya (dokter yang bertanggung jawab). Saya tidak mau ada keluhan seperti ini. Seluruh pasien yang dirawat di rumah sakit ini harus mendapatkan pelayanan sebaik-baiknya,” tegas Eldin kepada Dirut RSUD Dr Pirngadi dengan wajah merah.

Begitu juga di Kantor Disduk Capil Jalan Iskandar Muda. Di tempat itu Eldin menerima keluhan sejumlah masyarakat terkait pengurusan KTP. Selain lama, mereka juga harus mondar-mandir ke kantor camat maupun kantor Disdukcapil akibat tidak adanya informasi yang jelas terkait pengambilan KTP usai pengurusan.

Keluhan warga langsung ditindaklanjuti Eldin kepada Kadisdukcapil OK Zulfi. Menurut pengakuan Zulfi, jaringan sering bermasalah sehingga pencetakan e-KTP lama. Dikatakannya, proses pencetakan untuk 1 KTP memakan waktu setengah jam pada pukul 08.00 sampai 16.00 WIB. Baru pada pukul 17.00 sampai 06.00 WIB, proses pencetakan bisa cepat sehingga mereka pengerjaan dilakukan malam hari.

“Setelah selesai dicetak, e-KTP selanjutnya kami serahkan kepada pihak kecamatan untuk dibagi kepada warganya. Mengenai blangko e-KTP aman dan tidak ada masalah, semula kita terima 60.000 blangko e-KTP hingga kita tersisa 12.000 blangko lagi,” jelas Zulfi.

Selesai mendengar penjelasan Zulfi, Eldin minta agar Kadisdukcapil tersebut mencari solusi guna mengatasi jaringan yang sering bermasalah. Sebab, Wali Kota ingin pelayanan e-KTP cepat karena dokumen kependudukan itu sangat penting bagi warga. Di samping itu Wali Kota minta agar pembagian e-KTP yang sudah selesai dicetak secepatkan dikirim ke kecamatan.

“Seberapa yang selesai dicetak langsung dikirim ke kantor camat, jangan tunggu sampai banyak dulu baru dikirim. Saya tidak mau masalah pencetakan e-KTP ini dikeluhkan warga lagi,” ucapnya. (eza)

Comments

Komentar